Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 139

Title          WABAH CORONA, KEMENAKER TAK BISA SANKSI PENGUSAHA YANG TAK MAMPU BAYAR
                              UPAH
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      14 April 2020
                              https://money.kompas.com/read/2020/04/14/182100326/wabah-corona-kemena ker-tak-
               Page/URL
                              bisa-sanksi-pengusaha-yang-tak-mampu-bayar-upah
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah menerbitkan Surat Edaran yang
               mengatur pelaksanaan pengupahan bagi pekerja/buruh terkait selama pandemi ini.

               Hampir rata-rata perusahaan memilih untuk merumahkan pekerja/buruhnya.
               Namun, dalam aturan tersebut tertulis pembayaran upah harus menyesuaikan
               kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.

               Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan Raden Soes
               Hindharno mengungkapkan, saat ini sanksi pun tidak dapat diberlakukan kepada
               perusahaan meski dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003
               ada sanksi bisa diterapkan.


               "Kalau di undang-undang pakai sanksi, tapi di era Covid muncullah poin keempat
               perlunya kesepakatan antara pengusaha dan pekerja atau buruh. Tetapi di
               perusahaannya punya SP (serikat pekerja) atau SB (serikat buruh), harus
               dikonsultasikan kepada mereka di lingkungan perusahaannya," jelasnya ketika
               dihubungi Kompas.com, di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

               Oleh sebab itu, menurut Soes, komunikasi antara pengusaha dengan pekerja/buruh
               saat ini menjadi solusi utama.

               Selain itu, Kemenaker juga akan mendatangkan auditor untuk mengetahui kondisi
               keuangan perusahaan yang dianggap tak mampu membayarkan upah kepada para
               pekerjanya.

               "Kami akan mendatangkan auditor independen untuk memeriksa kondisi keuangan
               perusahaan. Tapi ini karena kondisi Covid, seluruh dunia merata, perusahaan nggak
               produksi tidak mungkin bisa menggaji karyawannya," katanya.

               Kemenaker juga mengimbau kepada perusahaan agar Pemutusan Hubungan Kerja
               (PHK) menjadi opsi terakhir. Selain itu, Kemenaker juga menyarankan kepada
               pengusaha untuk memangkas upah pekerja level atas.

               "Kita juga mengimbau pengusaha agar mengurangi gaji level atas atau nggak usah
               dibayar full, toh gajinya masih bisa mencukupi kebutuhan level-level di bawahnya.
               Kerjanya nggak usah semua level bekerja shift atau bergantian maupun
               pengurangan pegawai tetapi tetap sesuai ketentuan undang-undang," katanya.




                                                      Page 138 of 251.
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144