Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 149
Title BURUH SAYANGKAN PEMBAHASAN RUU CIPTA KERJA LANJUT DITENGAH PANDEMI CORONA
Media Name liputan6.com
Pub. Date 14 April 2020
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4227706/buruh-sayangkan-pembahasa n-ruu-
Page/URL
cipta-kerja-lanjut-ditengah-pandemi-corona
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyesalkan sikap DPR dan
Pemerintah yang ngotot membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja di tengah situasi
darurat corona.
MPBI merupakan gabungan tiga konfederasi buruh terbesar dengan jutaan anggota
yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani
Nena Wea, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal dan
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) pimpinan Elly Rosita Silaban.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengaku prihatin atas sikap pemerintah dan
DPR yang terus membahas RUU Omnibus Law tanpa peduli terhadap kondisi bangsa
yang sedang dirundung bencana wabah corona (Covid-19).
"Kami prihatin DPR dan Pemerintah tetap bersikeras melanjutkan pembahasan di
saat buruh sedang mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK)
dampak dari pandemi corona," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa
(14/4.2020).
Andi Gani menuturkan, darurat pandemi corona dengan eskalasi yang terus
meningkat perlu mendapat perhatian lebih dan fokus kerja dari pemerintah dan
DPR.
Karena, akibat merebaknya Covid-19 banyak masyarakat yang sekarang susah
mencari nafkah hingga berhenti bekerja.
Langkah DPR dan Pemerintah untuk melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja
justru akan membuat beban buruh menjadi bertambah.
"Di saat pandemi masih terjadi, mereka justru ngotot terus membahas Omnibus
Law. Ini sangat aneh," ujarnya.
Andi Gani menilai, DPR tak punya hati nurani dan empati terhadap jutaan buruh
yang hingga hari ini ada yang tetap bekerja di pabrik meski ada imbauan
Page 148 of 251.

