Page 225 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 225

Indonesia memang harus merespon permasalahan ekonomi ini dengan segera. Jika
               pemerintah dan DPR tidak segera membuat regulasi ekonomi yang memadai atau
               terobosan yang mengimbangi negara lain, Indonesia akan ketinggalan dan terpuruk
               dalam permasalahan ekonomi yang berkelanjutan pascapandemi.

               "Target investasi bisa tidak tercapai, ekonomi kita tidak akan pulih, ditambah lagi
               tenaga kerja yang sudah banyak menganggur akan terus bertambah dan sangat
               sulit diatasi. Sekarang justru tepat kita melakukan pembahasan RUU Cipta Kerja ini,"
               katanya melanjutkan.

               Firman juga mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, justru tiap bidang
               harus menjalankan tugasnya secara efektif. "Soal penanganan covid-19 sudah ada
               gugus tugasnya. Tim ekonomi juga harus jalankan tugasnya, mempersiapkan
               dampak ekonominya. Sehingga ketika semua ini berakhir, kita sudah siap dan
               ekonomi juga pulih kondisinya," katanya.

               "Pembahasan virtual untuk menyusun DIM butuh waktu karena tidak akan semudah
               itu membahas hal krusial ini lewat virtual," timpal anggota Baleg Fraksi PAN, Desy
               Ratnasari.

               Sebaliknya, fraksi PKS dan Demokrat meminta agar pembahasan lanjutan RUU Cipta
               Kerja sebaiknya ditunda. Dalam kondisi pandemi dikhawatirkan pembahasan akan
               tidak maksimal. "PKS ingin agar pembahasan ini ditunda hingga presiden
               menyatakan bahwa pandemi ini telah berakhir," ujar Anggota Baleg Fraksi PKS,
               Adang Darajatun.

               Sementara itu, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa
               pemerintah telah siap melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja. Berbagai hal yang
               dianggap penting sepertiroad map pembahasan RUU Cipta Kerja juga telah rampung
               disusun. Dengan begitu pembahasan akan lebih efektif.

               "Kami sudah punya road mapnya pada setiap klaster dan pasal apa saja aturan yang
               terkait untuk dibahas," ujar Airlangga.

               Terkait masukan menunda atau mengubah isi draf, Airlangga mengatakan
               pemerintah memahami keinginan anggota dewan. Pemerintah menyadari bahwa
               beberapa kondisi memang tidak akan sama pasca pandemi. "Tidak bisa dipungkiri
               memang ada beberapa kondisi yang berubah karena pandemi.

               Pemerintah masih menyiapkan tambahan-tambahan regulasi terkait covid-19," ujar
               Airlangga. (Pro/A-1).













                                                      Page 224 of 251.
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230