Page 236 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2020
P. 236

Title          MPBI MINTA PEMERINTAH DAN DPR TUNDA PEMBAHASAN RUU CIPTA KERJA
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      14 April 2020
                              https://www.tribunnews.com/nasional/2020/04/14/mpbi-minta-pemerintah-d an-dpr-
               Page/URL
                              tunda-pembahasan-ruu-cipta-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               JAKARTA - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyesalkan sikap DPR dan
               Pemerintah yang ngotot membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja di tengah situasi
               darurat corona. MPBI merupakan gabungan tiga konfederasi buruh terbesar dengan
               jutaan anggota yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
               pimpinan Andi Gani Nena Wea , Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
               pimpinan Said Iqbal dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)
               pimpinan Elly Rosita Silaban.

               Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengaku prihatin atas sikap pemerintah dan
               DPR yang terus membahas RUU Omnibus Law tanpa peduli terhadap kondisi bangsa
               yang sedang dirundung bencana wabah corona (Covid-19). "Kami prihatin DPR dan
               Pemerintah tetap bersikeras melanjutkan pembahasan di saat buruh sedang
               mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari pandemi
               corona," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

               Andi Gani menuturkan, darurat pandemi corona dengan eskalasi yang terus
               meningkat perlu mendapat perhatian lebih dan fokus kerja dari pemerintah dan
               DPR. Karena, akibat merebaknya Covid-19 banyak masyarakat yang sekarang susah
               cari nafkah hinnga berhenti bekerja. Langkah DPR dan Pemerintah untuk
               melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja justru akan membuat beban buruh
               menjadi bertambah.

               "Di saat pandemi masih terjadi, mereka justru ngotot terus membahas Omnibus
               Law. Ini sangat aneh," ujarnya. Andi Gani menilai, DPR tak punya empati terhadap
               jutaan buruh yang hingga hari ini ada yang tetap bekerja di pabrik meski ada
               imbauan pembatasan interaksi sosial dan fisik. Selain itu, para buruh juga terancam
               PHK di tengah pandemi corona.

               "Desakan dari anggota sangat kuat untuk tetap melakukan unjuk rasa besar-
               besaran melihat kerasnya sikap DPR dan Pemerintah. Kami meminta DPR dan
               Pemerintah menunda pembahasan dan lebih baik fokus penanganan virus corona,"
               tegasnya. Seperti diketahui, Badan Legislasi (Baleg) DPR bersama pemerintah
               membahas lagi RUU Omnibus Law Cipta Kerja pada hari ini, Selasa (14/4/2020).

               Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan draf Omnibus Law Cipta Kerja
               yang merupakan usulan pemerintah dalam rapat kerja bersama Baleg DPR.



                                                      Page 235 of 251.
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241