Page 36 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 36

UMK HANYA NAIK RP 10 RIBU

              BESARAN upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 di Jawa Timur sudah didok oleh
              Gubernur  Khofifah  Indar  Parawansa,  Selasa  (30/11/2021)  kemarin.  Penetapan  UMK  itu
              berdasarkan pada keputusan Gubernur Jatim nomor 188/803/KPTS/013/2021.

              surat  tersebut  tertulis  besaran  UMK  Surabaya  masih  yang  paling  besar  dari  kabupaten/kota
              lainnya yakni senilai Rp 4.375.479. Disusul Kabupaten Gresik senilai Rp 4.372.030 dan Kabupaten
              Sidoarjo senilai Rp 4.368.581.

              Sementara  itu  untuk  kawasan  Malang  Raya  UMK  tertinggi  masih  dipegang  oleh  Kabupaten
              Malang sebesar Rp 3.068.275 lalu disusul Kota Malang senilai Rp 2.994.143 dan Kota Batu Rp
              2.830.367.

              Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Tk)
              Kota  Batu,  Muji  Dwi  Leksono  menyatakan,  besaran  UMK  Kota  Batu  yang  telah  direstui  oleh
              Gubernur Khofifah itu sesuai dengan usulan yang disampaikan oleh Wali Kota Batu, Dewanti
              Rumpoko.

              "Usulan yang disampaikan Walikota merupakan hasil musyawarah dengan Dewan Pengupahan
              Kota Batu. Dari hasil musyawarah itu nilai UMK Kota Batu mengalami kenaikan 0.37 persen atau
              Rp 10.565," beber Muji usai melakukan sosialisasi UMK Kota Batu tahun 2022, Rabu (1/12/2021).

              Dia menjelaskan, dalam melakukan penetapan UMK tersebut pihaknya berlandaskan Peraturan
              Presiden  (PP)  36  Tahun  2021  tentang  pengupahan.  PP  tersebut  merupakan  turunan
              UndangUndang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja. Dalam perhitungan kenaikan UMK
              pihaknya melakukan perhitungan secara manual dan melalui aplikasi.

              "Berdasarkan PP tersebut, terdapat dua indikator yang menjadi dasar pertimbangan kenaikan
              UMK. Indikator pertama adalah pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Jatim. Karena inflasi di Jatim
              lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, sehingga yang diambil yang tertinggi, yakni inflasi," jelas
              Muji.

              Lebih  lanjut,  meski  hanya  mengalami  kenaikan  UMK  Rp  Rp  10.565  hingga  saat  ini  tak  ada
              tuntutan dari buruh di Kota Batu terhadap keputusan tersebut. Hal itu disambut positif pihaknya,
              karena secara otomatis akan berdampak pada stabilitas perekonomian daerah.

              "Jika situasinya kondusif seperti ini, antara perusahaan dan pekerja bisa lebih baik lagi. Selain
              itu, dalam pengambilan keputusan ini kami juga tidak memihak antara keduanya. Kami hanya
              mewanti-wanti jangan sampai ada PHK," ujar dia.

              Disisi lain, menindas putusan MK perihal UU Omnibuslaw, Pemkot Batu masih akan menanti
              keputusan lebih lanjut.
              Karena menurutnya, pemerintah daerah hanya mengikuti keputusan dari pemerintah pusat.

              "Kami sifatnya wait and see karena ini pendapat hukum yang luar biasa. Ada bahasa bersyarat
              itu tadi. Jadi sepanjang dua tahun ini kami tunggu, perubahanperubahan apa yang berubah.
              Kami di daerah patuh," tuturnya.

              Oleh  karena  itu,  pihaknya  masih  menggunakan  mekanisme  pengupahan  dengan  tetap
              menggunakan UU Omnibuslaw karena masih belum ada perubahan lebih lanjut.

              Sementara itu, Penasihat dan Bagian Hukum SPSI Kota Batu, Heru Subagyo mendorong agar
              pengusaha benarbenar menerapkan keputusan yang telah ditetapkan oleh Gubernur. Karena
              selama ini, pihaknya banyak menemukan perusahaan yang tidak menaati aturan pengupahan.

                                                           35
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41