Page 655 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 655

Dalam surat tersebut, Anies merinci persentase kenaikan upah selama enam tahun terakhir yaitu
              2016 sebesar 8,6 persen, 2017 sebesar 14,8 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8,0
              persen, 2020 sebesar 8,5 persen, dan 2021 sebesar 3,2 persen.

              Jika dalih pemerintah perusahaan terdampak pandemi Covid-19, Anies menyanggahnya. Anies
              mengatakan tidak semua kegiatan usaha mengalami dampak negatif akibat pandemi Covid-19.

              Merujuk  data  Badan  Pusat  Statistik  (BPS)  DKI  Jakarta  pada  triwulan  3  tahun  202,  sektor
              transportasi, pergudangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan dan sosial,
              mengalami  kenaikan  signifikan  saat  pandemi.  Dengan  demikian,  Anies  berkesimpulan  tidak
              semua sektor usaha mengalami dampak negatif.

              "Terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor-sektor lapangan usaha pada
              masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan," ucapnya.

              Anies pun meminta formulasi pengupahan yang termaktub dalam Pasal 26 Peraturan Pemerintah
              (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan dapat direvisi.

              Sebagai  aturan  turunan  dari  Undang-Undang  Cipta  Kerja,  formulasi  pengupahan  yaitu
              pemerintah provinsi terlebih dahulu menentukan batas atas dan batas bawah upah.

              Batas atas upah minimum didapat dari rata-rata konsumsi per kapita, dikali rata-rata banyaknya
              ART, selanjutnya dibagi rata-rata banyaknya ART bekerja pada setiap rumah tangga. Sementara
              untuk menentukan batas bawah, yaitu hasil dari batas atas dikali 50 persen.
              Pertama,  menentukan  batas  atas  upah  minimum.  Berdasarkan  data  Kementerian
              Ketenagakerjaan, rata-rata konsumsi per kapita DKI Jakarta sebesar Rp2.336.249 pada tahun
              ini. Sementara, rata-rata banyaknya ART sebesar 3,43 dan rata-rata banyaknya ART bekerja
              pada setiap rumah tangga 1,44.
              Jika  hitungan  tersebut  menggunakan  formula  PP  36,  batas  atas  upah  minimum  sebesar
              Rp5.564.815. Sementara batas bawah upah didapat dari hasil batas atas dikali 50 persen maka
              muncul nilai Rp2.782.622.

              Masih dalam PP 36, formula pengupahan minimum menyesuaikan pertumbuhan ekonomi atau
              inflasi  dikalikan  batas  atas  dikurangi  upah  minimum  tahun  berjalan  lalu  dibagi  batas  atas
              dikurangi batas bawah, kemudian dikali dengan upah minimum tahun berjalan.

              Berdasarkan data Kemnaker, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta secara tahun berjalan sebesar
              2,07 persen pada 2021, sedangkan inflasi 1,14 persen, maka indikator yang digunakan yang
              paling tinggi, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 2,07 persen.

              Sementara, upah minimum tahun berjalan sebesar Rp4.416.186. Dengan formula ini didapat
              UMP DKI Jakarta sebesar Rp4.453.935 pada 2022.

              [eko].














                                                           654
   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659   660