Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 SEPTEMBER 2019
P. 77
khususnya bonusnya demografi yang akan segera dialami Indonesia. Menaker akan
memberikan presentasi pada sesi tematik 2 terkait pekerjaan bagi kaum muda /
youth employment.
"Pertemuan para menteri tenaga kerja G20 ini akan membahas solusi atas
problematika ketenagakerjaan yang terjadi di negara masing-masing. Sehingga, ada
saling berbagi informasi antar negara dan dapat berdampak kepada pertumbuhan
ekonomi dunia," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam keterangan
pers Biro Humas Kemnaker di Matsuyama (30/8).
Lebih lanjut, Menaker Hanif mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi bonus
demografi dimana jumlah penduduk usia produktif (antara 15-64 tahun) lebih besar
daripada penduduk usia nonproduktif. Ini akan menjadi modal peningkatan
pertumbuhan ekonomi yang signifikan namun penduduk usia produktif harus
menjadi tenaga kerja yang produktif dan kompetitif dengan skill yang baik.
"Bonus demografi ini tidak secara otomatis dinikmati begitu saja perlu didukung oleh
kebijakan yang sesuai seperti perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan,
keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian jumlah penduduk,
serta kebijakan ekonomi yang mendukung fleksibelitas dan keterbukaan pasar kerja.
Namun, penangangan bonus demografi ini harus menjadi bagian penting dari
pencarian solusi bersama anggota G20 . Itulah pentingnya kerja sama dan
pertemuan LEMM ini," kata Hanif.
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro
Putri mengatakan bahwa dalam G20 LEMM ini, isu tematik lainnya yang dibahas
antara lain employment of older workers and longer working life, new job
opportunities in ageing societies for the future of long-term care work, gender
equality, dan new forms of work.
"Hasil pertemuan para menteri tenaga kerja anggota G20 diharapkan akan dapat
Page 75 of 172.

