Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 149
menurut saya waktu itu, hampir semuanya" ujar Aryo kepada Kompas.com, Minggu
(5/4/2020).
Aryo mengatakan, dua minggu setelah pemberitahuan tersebut, dia dipanggil oleh
HRD dan diminta untuk menandatangi pemutusan kontrak kerja. Perusahaan
tempat dia bekerja pun menegaskan tidak memberikan konpensasi atau tanggung
jawab apa pun.
"Mereka bilang enggak ada. Terus saya bilang, 'ini namanya Bapak melepas kami di
situasi yang tidak banyak harapan di luar sana'. Dia malah membalikkan begini,
'memang kalau misalnya perusahaan mem-PHK kalian bakal kena penalti?'," tutur
Aryo.
Karena tidak memiliki pilihan, Aryo pun menandatangi surat pemutusan kontrak
kerja tersebut sebagai bentuk persetujuan tidak lagi menjadi karyawan dan akan
menerima upah terakhir. Dia mengungkapkan, pihak perusahaan sempat meminta
mereka yang diberhentikan untuk mengirimkan surat lamaran dan CV terbaru agar
bisa disalurkan ke badan usaha lain yang membutuhkan tenaga kerja baru.
"Tanggung jawab perusahaan hanya sebatas itu, peluangnya juga kecil. Untuk
pesangon saya enggak dapat sama sekali," kata Aryo.
Bukan tanpa harapan Meskipun harus menerima kenyataan tidak lagi memiliki
pekerjaan utama, Aryo menjelaskan bahwa dia tidak ingin terlalu lama berdiam diri
dan mulai mencari-cari pekerjaan di tempat lain. Walaupun, dia mengaku sangat
sulit untuk menemukan perusahaan yang membuka lowongan di tengah pandemi
Covid-19.
"Saya bukannya tanpa harapan, tapi saya sudah kirim lamaran ke banyak
perusahaan yang sesuai dengan bidang saya. Ada sekitar 10 sampai 11 perusahan,
lah," ucapnya.
Di samping itu, para karyawan yang terkena PHK tetap saling berkomunikasi dan
saling berbagi informasi apabila menemukan iklan lowongan pekerjaan. Saat ini,
sambil menunggu adanya panggilan wawancara kerja di perusahaan lain, Aryo
mengatakan hanya mengadalkan beberapa pekerjaan sampingan yang
didapatkannya.
Hal itu dia lakukan agar tetap mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan.
Akan tetapi, pendapatan yang diperolehnya kini belum menyamai upahnya saat
menjadi karyawan.
"Paling ya setengahnya, lah. Jadi sekarang saya benar-benar menghemat
pengeluaran. Jadi penghasilan sampingan sekarang harus ada yang ditabung,
sisanya buat makan sehari-hari," kata dia.
Page 148 of 274.

