Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 72

Title          NETA S PANE : 39 TKA CHINA MASUK PULAU BINTAN, JOKOWI DAN POLISI "GAGAP"
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      01 April 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/811846/nasional/neta_s_pane_39_tka_china_
               Page/URL
                              masuk_pulau_bintan_jokowi_dan_polisi_gagap.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Pemerintah Indonesia diminta untuk bersikap tegas dalam penerapan Pembatasan
               Sosial Skala Besar (PSSB) untuk menghadapi wabah virus corona jenis baru atau
               COVID-19.

               Termasuk tegas terhadap para tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masih saja
               masuk Indonesia.

               Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai, masih
               masuknya para TKA China karena buah dari sikap "gagap" pemerintahan Presiden
               Joko Widodo (Jokowi).

               Sikap "gagap" Jokowi dalam menghadapi COVID-19 itulah dinilai menyebabkan para
               aparat negara di lapangan juga ikut-ikutan gagap.

               "Presiden Jokowi tampaknya seperti orang bingung dalam menghadapi wabah
               corona. Akibatnya aparatur di lapangan pun gagap dalam bersikap, sehingga TKA
               China terus berdatangan ke Indonesia dan meresahkan masyarakat," ujarnya
               kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).


               Adapun salah satu aparat yang ikut-ikutan "gagap" dalam menyikapi situasi ini
               menurut IPW adalah Polri. Dimana Polri dengan gagahnya membubarkan pesta
               perkawinan, arisan dan kegiatan massal lainnya di masyarakat.


               Namun di satu sisi, masih ada TKA asal China yang masuk ke Indonesia.

               "39 TKA China datang ke Bintan Kepri pada 31 Maret kemarin, Polri tak berdaya
               menghalaunya. Polri lebih berani kepada anak bangsa sendiri ketimbang kepada
               TKA Cina, dimana negaranya sebagai tempat virus Corona muncul," sindir Pane.

               Ditegaskannya lagi bahwa IPW menilai sikap gagap Polri ini tak terlepas dari sikap
               bingung Presiden Jokowi. Sikap bingung ini terlihat saat Presiden memilih opsi
               Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) untuk menangani virus corona.

               Alasan Jokowi, tak semua negara sama dalam menangani Corona. Sehingga opsi
               karantina wilayah dan lockdown tidak dipilih.

               "Padahal, PSSB itu diambil Jokowi setelah meralat kebijakan darurat sipil yang
               banyak dikritik publik. Sebab publik berharap, Jokowi fokus dulu pada penerapan UU
               No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan UU No 6/2018 tentang



                                                       Page 71 of 179.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77