Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JANUARI 2020
P. 85

Title          JOKOWI: OMNIBUS LAW KETENAGAKERJAAN BUTUH PENYEMPURNAAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      29 Januari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/20/01/29/q4uxih38 3-jokowi-
               Page/URL
                              omnibus-law-ketenagakerjaan-butuh-penyempurnaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum menandatangani surat presiden
               (Surpres) terkait pembahasan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
               (ketenagakerjaan) bersama DPR. Menurutnya, rancangan omnibus law
               ketenegakerjaan ini masih membutuhkan penyempurnaan.

               Meski begitu presiden tak menjelaskan poin apa saja yang butuh diperbaiki. "Yang
               satu sudah saya tandatangani yang satu belum. Yang omnibus law tentang
               perpajakan sudah saya tandatangani. Cipta lapangan kerja masih menunggu
               penyempurnaan. Secepatnya begitu sampai di meja saya, saya tandatangani," jelas
               Presiden Jokowi usai meninjau Puskesmas Cimahi Selatan, Cimahi, Jawa Barat, Rabu
               (29/1).

               Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
               menargetkan akan mempublikasikan draf Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta
               Lapangan Kerja pekan ini. Publikasi draf rancangan omnibus law bidang
               ketenagakerjaan itu seiring dengan diserahkannya Surat Presiden (Surpres) ke DPR.

               DPR dalam sidang paripurna juga telah menyetujui RUU Cipta Lapangan Kerja
               masuk Prolegnas tahun 2020 bersama dengan RUU Perpajakan dan Ibu Kota
               Negara. Penanggung jawab Omninus Law Cipta Lapangan Kerja itu, lanjut dia,
               berada di tangan dua kementerian yakni secara substansi di Kemenko
               Perekonomian dan proses legislasi ada di Kementerian Hukum dan HAM.

               Omnibus Law tersebut mencakup 11 klaster dan 18 sub klaster yaitu
               Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan, Kemudahan,
               Pemberdayaan, dan Perlindungan UMKM. Kemudian tentang Kemudahan Berusaha,
               Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi,
               Pengadaan Lahan, Investasi dan Proyek Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi.














                                                       Page 84 of 87.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88