Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 100
kompetensi (PBK) tahun 2020 di BLK Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa, 18
Februari 2020.
Ditegaskan Dirjen Bambang Satrio pada Kemnaker pada tahun 2020 melaksanakan
program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas dengan melatih
sebanyak 227.760 orang dan sebanyak 381.065 orang disertifikasi. "Hal ini
merupakan bentuk komitmen Kemnaker untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja,"
katanya.
Dengan komitmen tersebut diharapkan peningkatan kualitas tenaga kerja khususnya
melalui PBK dapat mencapai sasaran. Tidak hanya dari aspek kuantitas dan kualitas
tetapi juga dari aspek penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas.
Artinya, anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah memberikan manfaat
bagi masyarakat dan dunia industri.
"Yakni penyerapan tenaga kerja yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan
peningkatan produktivitas yang mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan
mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Dirjen Bambang menambahkan PBK merupakan wujud komitmen pemerintah bahwa
tahun 2020 menjadi tahun untuk fokus pada peningkatan kualitas SDM, khususnya
melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.
"Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong pemerataan pembangunan dan
ekonomi nasional," katanya.
Permasalahan kualitas SDM kata Dirjen Bambang, merupakan salah satu akar
permasalahan utama di hampir semua negara, sehingga memiliki dampak seperti;
pengangguran, daya saing, produktivitas, pertumbuhan ekonomi sampai kepada
kesejahteraan.
Namun demikian, penyelesaian permasalahan tersebut, belum dapat diselesaikan,
baik secara bertahap maupun komprehensif. "Hal ini disebabkan belum adanya satu
persepsi dalam membangun kompetensi antara pemerintah dan industri," ujarnya.
Kepada 240 peserta PBK Gelombang I (16 paket), Dirjen Bambang menyampaikan
empat pesan. Pertama, jangan sampai peserta salah memilih program pelatihan
yang akan Anda ikuti. Kedua, ikuti proses pelatihan secara sungguh-sungguh.
Kerjakan apa yang menjadi arahan instruktur. Ketiga, bangun jejaring dengan siapa
saja selama di BLK. Keempat, jangan pernah berhenti berlatih dan belajar walaupun
pelatihan telah usai.
Dirjen Bambang Satrio juga berpesan agar pelatihan di BLK Kendari tidak hanya
dibekali dengan hard- skills tetapi juga yang sangat penting adalah soft-skills yaitu
character building. "Jangan lupa, di era digitalisasi seperti saat ini, bekerja keras
tidaklah cukup. Kerja keras perlu diiringi oleh publikasi yang baik dan masif,"
katanya.
Page 99 of 124.

