Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 85

Title          RANCANGAN UU CIPTA KERJA DINILAI RUGIKAN PEKERJA
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      18 Februari 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/290938-rancangan-uu-cipta-kerja -dinilai-
               Page/URL
                              rugikan-pekerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               DRAF RUU Law Cipta Kerja diduga akan membuat dunia ketenagakerjaan Indonesia
               suram. Hal ini disebabkan beberapa materi yang dibahas dan mengemuka
               rancangannya cukup mengecewakan terutama kaum pekerja dan dinilai hanya akan
               menguntungkan pengusaha.


                Gejala itu sudah muncul sejak awal menurut Presiden KSPI Andi Gani Nena Wea.
               Andi menyebut keterlibatan buruh dalam tim satgas Omnibus Law Cipta Kerja
               sangat terlambat. Kemenkopolhukam baru melibatkan buruh di satgas saat draf
               justru sudah selesai dan diserahkan ke DPR.


                "Kami awalnya dirangkul. Tapi begitu kami tahu kami dilibatkannya sudah sangat
               terlambat, di situ kami sudah ditinggalkan. Ini sekali lagi bukan produk kami karena
               kami tidak ikut menyusun. Seluruh 22 anggota dan ketua satgas justru dari asosiasi
               pengusaha," kata Andi, Selasa (18/2).

                Andi juga kecewa dengan rencana dihapuskannya upah minimum kota/kabupaten
               (UMK) yang akan digantikan dengan upah minimum provinsi (UMP). Bagi beberapa
               provinsi ini akan jadi masalah.

                "Seperti Bekasi yang UMK lebih tinggi dari UMP ini akan seperti apa. Kalau
               diturunkan tentu akan ada penolakan," tuturnya.

                Hal lain yang juga ditolak adalah wacana dihapuskannya pembatasan jenis bidang
               kerja yang boleh dipihaketigakan atau 'outsource'. Sebelumnya ada lima jenis
               pekerjaan yang boleh diserahkan dan dikelola oleh pihak ketiga yakni keamanan,
               kebersihan, transportasi, katering, dan tenaga tertentu. Andi juga menyoroti pasal-
               pasal yang dinilai mempermudah tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Indonesia
               seperti dihapuskannya kriteria kemampuan berbahasa Indonesia.


                "Dengan adanya penghapusan ini dikhawatirkan akan ada ketidakpastian di seluruh
               bidang kerja. Juga kami khawatir TKA akan bebas membanjiri Indonesia," tegasnya.

                Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad juga
               sependapat dengan Andi terkait jumlah jenis pekerjaan outsource yang tidak
               dibatasi.


                "Tidak mungkin upah tidak terganggu. Pihak ketiga pasti ingin mengeruk
               keuntungan. Pemerintah juga sebaiknya mengambil jalan tengah untuk penentuan
               upah," tuturnya. (OL-8).




                                                       Page 84 of 124.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90