Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 93
Title RUU CILAKA DINILAI KURANGI PESANGON BURUH DEMI TARIK MINAT INVESTOR
Media Name suara.com
Pub. Date 18 Februari 2020
https://www.suara.com/bisnis/2020/02/18/205502/ruu-cilaka-dinilai-kura ngi-pesangon-
Page/URL
buruh-demi-tarik-minat-investor
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menyebut omnibus law Rancangan
Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja bakal mengundang banyak investor masuk ke
Indonesia.
Menurutnya, RUU yang mencakup revisi 79 undang-undang dan terdiri atas 1.244
pasal ini, diharapkan bisa menarik investor untuk lebih tertarik masuk ke Indonesia
sehingga mampu membuka lapangan kerja baru.
"Semua pihak terkait harus bisa duduk bersama, guna mencari solusi dan titik
tengah yang bisa menyeimbangkan antara kepentingan investasi dan dunia usaha,"
kata Prastowo di Jakarta, Selasa (18/2/2020).
Terkait sejumlah kritik atas draf RUU itu, Yustinus mengatakan, tidak semua
subtansi dalam RUU ini merugikan buruh.
Masalahnya, ketertutupan pemerintah dalam menginformasikan rancangan dan
kurang melibatkan pemangku kebijakan yang diatur dalam perumusan RUU itu bisa
menimbulkan salah kaprah.
"Misalnya saja pengaturan mengenai pemberian pesangon yang sempat disinyalir
bakal dihapuskan. Kenyataannya, RUU Ciptaker tidak menghapus pesangon.
Hanya, ada penurunan dari 32 kali gaji saat ini menjadi 17 kali," imbuhnya.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu menilai,
besaran pesangon yang berlaku saat ini termasuk sangat tinggi dibandingkan
negara-negara tetangga.
Besarnya pesangon itu kerap membuat investor enggan berinvestasi di Indonesia
sehingga menghambat penciptaan lapangan kerja.
Tingginya pesangon tersebut dinilai sering membuat perusahaan lebih memilih
merekrut karyawan kontrak daripada pegawai tetap.
"Alhasil, alih-alih melindungi pekerja, aturan pesangon itu malah merugikan,
terutama bagi kelompok yang belum memiliki pekerjaan dan baru akan bekerja,"
jelas dia.
Page 92 of 124.

