Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 43
dia, upah yang tinggi tidak akan menjadi masalah selama produktivitasnya juga
tinggi.
"Masalahnya jika dibandingkan antara upah dan gaji itu ada gap yang cukup
signifikan. Upahnya tinggi sementara produktivitas levelnya stagnan. Sehingga
membuat ongkos produksinya menjadi mahal," ungkap Fithra.
Fithra menyebut, rendahnya produktivitas buruh di Indonesia ini juga memengaruhi
lambatnya pertumbuhan investasi di Indonesia.
Sebab, produktivitas buruh menjadi daya tarik bagi investor yang akan menanam
modal.
"Kalau dibandingkan dengan Myanmar, pertumbuhan produktivitasnya tercatat bisa
mencapai 80 persen. Ini yang menyebabkan adanya appetite (keinginan) dari
investor untuk masuk ke Myanmar," terang dia.
Menurut Fithra, apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara,
Indonesia masih belum bisa secara optimal menarik para investor untuk bisa
berinvestasi.
"Ketika saya sebagai investor misalnya ingin masuk ke Asia Tenggara maka saya
akan masuk ke Vietnam, Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Filipina bukan
Indonesia," ujarnya.
Fithra berharap pendekatan omnibus law yang kini tengah dibahas Pemerintah dan
DPR RI bisa mengatasi permasalahan ini.
"Masalah produktivitas ini bisa seharusnya terselesaikan oleh omnibus law," kata
Fithra.
Page 42 of 250.

