Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2019
P. 61
akan menciptakan 27 hingga 46 juta pekerjaan baru pada tahun 2030.
"Meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan diproyeksi mengubah
dunia pekerjaan di masa depan. SDM yang menjadi calon angkatan kerja maupun
yang berpengalaman diharapkan bisa mengantisipasi hal ini," ujar Hanif.
Hanif menjelaskan teknologi akan membawa manfaat signifikan bagi perekonomian
Indonesia, termasuk peningkatan produktivitas, pertumbuhan, pendapatan, dan
lapangan kerja. Namun, semua pemangku kepentingan di Indonesia diharapkan bisa
meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk mewujudkan potensi tersebut.
Oleh karena itu, Menaker berharap seluruh pemangku kepentingan termasuk
pembuat kebijakan, akademik, LSM dan pelaku bisnis bersiap menghadapi
perubahan substansial dalam dunia kerja di masa mendatang.
Dikatakan Menaker Hanif setiap perusahaan harus mulai mempersiapkan rencana
dan transisi ke depan melalui program pembelajaran jangka panjang. Baik bagi
orang yang terdampak saat ini, maupun mereka yang mungkin baru akan
terdampak di masa depan.
"Bangsa Indonesia perlu fokus meningkatkan pendidikan dan pelatihan kejuruan
untuk mengajarkan keterampilan, memberikan keterampilan baru dan meningkatkan
keterampilan tenaga kerja untuk era kerja yang baru," ujar Menaker Hanif.
Ditegaskan Menaker Hanif, perlindungan terbaik bagi angkatan kerja baru dan para
pekerja adalah perlindungan skill (kompetensi). Setiap pekerja harus punya skill dan
tersertifikasi. Skill harus bisa diperbarui secara terus menerus. dan bisa mengikuti
perubahan karakter pekerjaan yang begitu cepat.
"Dengan begitu orang akan punya kemampuan bekerja secara terus menerus baik
bekerja untuk orang lain maupun membuka lapangan kerja baru. Dunia berubah
begitu cepat dan masif. Mereka yang antipati dan enggan berubah akan ditelan
perubahan, yang maunya cari aman akan tidak relevan, yang tidak lincah dan cepat
akan ketinggalan," katanya. [hhw]
Page 60 of 136.

