Page 142 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 NOVEMBER 2019
P. 142
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Ketenagakerjaan Anton
Supit menuturkan omnibus law UU Cipta Lapangan Kerja yang akan dibentuk oleh
pemerintah adalah satu ide yang cukup bagi.
" Omnibus law adalah salah satu cara yang efektif," kata Anton, Senin (4/11/2019).
Menurutnya, UU ini bisa meniadakan undang-undang yang menghambat investasi.
Namun, di samping UU Cipta Lapangan Kerja, masalah kebijakan juga cukup
penting untuk dibenahi. Dalam hal ini yang dia maksudkan adalah kebijakan
kementerian teknis dan pemerintah daerah. Selain itu, perlu juga serangkaian
tindakan yang bisa meningkatkan daya saing internasional Indonesia melalui
program program yang jelas.
"Jadi harus ada serangkaian tindakan yang bisa menciptakan lapangan, karena
lapangan kerja itu ada kalau ada investasi masuk. Investasi masuk kalau kita punya
izin investasi yang baik dan tentunya iklim investasi yang pada akhirnya membuat
daya saing kita itu tinggi. Jadi kuncinya di iklim investasi, kalau kita bisa bikin iklim
investasi yang baik dan kebijakan-kebijakan yang membuat investor merasa
nyaman." Anton mengatakan selain omnibus law UU Cipta Lapangan Kerja, perlu
juga ada kebijakan atau program riil yang bisa mendongkrak 12 parameter dalam
global indeks daya saing yang diluncurkan oleh World Economic Forum.
Parameter tersebut antara lain institusi, infrastruktur, adopsi ICT, stabilitas
makroekonomi, kesehatan, keterampilan, produk, pasar tenaga kerja, sistem
keuangan, ukuran pasar, dinamika bisnis hingga kemampuan inovasi.
"Jadi kata kuncinya, adalah bagaimana kita bisa meningkatkan daya saing kita. Nah
itu apa yang gak diatur di omnibus law, harus kita bikin. Itu adalah kunci untuk
mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan." Guru Besar
Universitas Krisnadwipayana sekaligus pakar ketenagakerjaan dan hubungan
industrial Payaman Simanjuntak mengatakan, sebetulnya Indonesia sudah punya
Page 141 of 168.

