Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 128
Title MENAKER: 1,9 JUTA PEKERJA KORBAN PHK AKIBAT PANDEMI COVID-19
Media Name republika.co.id
Pub. Date 18 April 2020
https://republika.co.id/berita/q8xs1y409/menaker-19-juta-pekerja-korba n-phk-akibat-
Page/URL
pandemi-covid19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat total 1.943.916 orang pekerja
yang dirumahkan atau menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat
Covid-19. Jumlah itu menurut data sampai dengan Kamis (16/4).
"Dibandingkan dengan pekerja yang di-PHK dan dirumahkan memang
presentasenya jauh lebih besar yang dirumahkan. Saya berharap memang PHK
benar-benar sebagai jalan terakhir," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida
Fauziyah dalam keterangan dari Kemnaker yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4).
Menurut data sampai dengan Kamis (16/4), terdapat 1.500.156 pekerja sektor
formal dari 83.546 perusahaan yang dirumahkan atau terkena PHK. Sementara itu,
pemerintah mencatat 443.760 pekerja sektor informal dari 30.794 perusahaan yang
terkena dampak tidak langsung dari Covid-19.
Ida berharap pengusaha akan menjadikan langkah PHK sebagai jalan terakhir dan
bisa melakukan beberapa langkah untuk menyiasati dampak ekonomi yang muncul
akibat penyebaran Covid-19 di Indonesia. Beberapa langkah itu, kata dia, misalnya
dengan mengurangi shift dan jam kerja atau memberlakukan sistem pergantian hari
kerja sebagai pilihan lain untuk perusahaan bertahan.
Pemerintah berusaha untuk membantu para pekerja dengan salah satunya
meluncurkan Kartu Prakerja, yang menyasar secara khusus pekerja terdampak
Covid-19. Skema Kartu Prakerja pun disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tidak
hanya memberikan pelatihan kemampuan yang dibutuhkan industri tapi juga
terdapat insentif sebagai bentuk jaringan pengaman sosial.
"Saya berharap teman-teman yang dirumahkan atau di-PHK memanfaatkan program
Kartu Prakerja," tegas Ida.
Kartu Prakerja resmi membuka pendaftaran gelombang pertama pada Sabtu (11/4)
dan peserta yang berhasil lulus diumumkan pada hari ini, Jumat (17/4). Menurut
Menko Perekonomian Airlangga Hartato, sudah 5,7 juta orang mendaftar Kartu
Prakerja dengan 3,1 juta peserta dalam status terverifikasi.
Pemerintah berencana menaikkan kapasitas peserta Kartu Prakerja dari 164 ribu
orang menjadi 200 ribu orang karena melihat antusiasme masyarakat dalam
pendaftaran gelombang pertama.
Page 127 of 355.

