Page 170 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 170

Airlangga mengatakan program Kartu Pra Kerja akan menyasar para masyarakat
               yang saat ini tidak terdaftar pada seluruh program bantuan sosial, mulai dari
               pekerja informal hingga pekerja korban PHK.


               Adapun kriteria calon peserta yang ditentukan pemerintah adalah warga negara
               Indonesia (WNI) harus berumur 18 tahun ke atas dan tidak sedang menempuh
               pendidikan formal hingga pekerja yang baru saja terkena PHK.


               Pemerintah pun akan memverifikasi ketat para calon peserta Kartu Pra Kerja
               meskipun kriterianya sudah sesuai dengan ketentuan. Verifikasi data calon peserta
               program, dilakukan melalui pengecekan dengan database kependudukan (Dukcapil)
               di Kemendagri, Data Pokok Kependidikan (Dapodik) di Kemendikbud dan Data
               Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

               Airlangga bilang, masyarakat yang mengakses situs resmi program Kartu Pra Kerja
               berasal dari Aceh hingga Papua. Hal itu menandakan bahwa literasi digital antar
               wilayah sudah tinggi. Hanya saja mengenai daerah peserta, mantan Menteri
               Perindustrian ini menyebut yang paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa
               Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.


               "Berikutnya muncul di Sumatera Utara, kemudian Makassar tidak kalah besar,
               demikian juga di tempat lain," ujarnya.

               Menurut Airlangga antusias masyarakat Indonesia terhadap program Kartu Pra Kerja
               juga menghilangkan budaya antre di kantor pemerintahan. Sebab, pendaftaran
               diakses via online di situs www.prakerja.go.id.


               Dia juga 'membocorkan' kisi-kisi bagi masyarakat yang ingin daftar dan diterima
               mudah menjadi peserta Kartu Pra Kerja. Kisi-kisi yang pertama, kata Airlangga
               seluruh peserta harus memiliki motivasi yang kuat. Menurutnya, dalam proses
               registrasi nantinya para peserta mengisi kuisioner yang tujuannya untuk mengetahui
               motivasi calon peserta untuk mengikuti program ini.

               Kisi-kisi yang berikutnya adalah seorang korban PHK. Menurut Airlangga dalam
               proses pengisian kuesioner ada kolom yang mengkonfirmasi calon peserta
               merupakan korban PHK atau bukan. Jika dijawab iya, maka peserta itu menjadi
               prioritas untuk mengikuti program Kartu Pra Kerja.

               Hanya saja, kata Airlangga, konfirmasi tersebut tidak boleh asal isi atau mengaku
               sebagai korban PHK demi menjadi peserta Kartu Pra Kerja.

               Selanjutnya, Airlangga bilang proses pendaftaran harus dilakukan secara individu.
               Sebab, para calon peserta yang berhasil registrasi akan mengikuti tes umum yang
               nantinya kembali diverifikasi. Sehingga untuk menjadi peserta tidak bisa menitip.

               "Nggak bisa titip, dan kedua tidak bisa cari joki. Karena kami melihat salah satu
               untuk menghindari joki dengan ada kaitan motivasi," ungkap dia.






                                                      Page 169 of 355.
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175