Page 249 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 249
Tujuannya memastikan calon peserta bukan merupakan penerima (bansos) seperti
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari
pemerintah.
Namun, Airlangga menjelaskan syarat tersebut tidak berlaku untuk anak dari
keluarga penerima bansos.
Dalam artian, jika sebuah keluarga sudah menerima bansos dari pemerintah, jika
memiliki anak berusia 18 tahun ke atas dan sedang tidak bekerja atau sumber
pendapatannya terdampak pandemik virus corona (covid-19), maka dia tetap
berhak untuk mendapat manfaat dari program Kartu Prakerja.
"Terkait verifikasi, pertama verifikasi usianya di atas 18 tahun tidak sedang
bersekolah. Itu diverifikasi data di Kemendikbud, kemudian tidak sedang menerima
program bansos seperti PKH dan BLT, tapi kalau dari keluarga itu anaknya bisa ikut
pelatihan," ujar Airlangga.
Menurut pria yang juga Ketua Umum Golkar itu, saat ini masing-masing
kementerian/lembaga (K/L) telah memberikan data mengenai korban pemutusan
hubungan kerja (PHK) yang bakal menjadi prioritas penerima program Kartu
Prakerja.
Beberapa K/L tersebut di antaranya adalah Kementerian Ketenagakerjaan,
Kementerian Pariwisata, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Nantinya, data dari kementerian akan diverifikasi dengan data yang masuk di server
Kartu Prakerja.
"Meski terdaftar di berbagai kementerian, tapi yang terkait tidak daftarkan diri,
maka tidak ikut Prakerja ini. Tapi mereka yang masuk, akan diberikan undangan.
Nah yang tidak termasuk undangan 200.000 pertama, bisa meregister dengan diberi
notifikasi, tinggal klik untuk ikut gelombang berikutnya," jelas dia.
Page 248 of 355.

