Page 327 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 327
Title KEBIJAKAN KARTU PRAKERJA DINILAI TAK EFEKTIF, EKONOM: LEBIH TERASA DIBERIKAN
BANTUAN LANGSUNG
Media Name kompas.com
Pub. Date 17 April 2020
https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/213716365/kebijakan-kartu- prakerja-
Page/URL
dinilai-tak-efektif-ekonom-lebih-terasa-diberikan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat namun
juga banyak berimbas pada sektor ekonomi.
Akibat yang paling banyak dirasakan adalah menurunnya kegiatan ekonomi
sehingga membuat banyak orang bahkan kehilangan pekerjaan. Pemutusan
hubungan kerja (PHK) banyak terjadi pada pusat-pusat industri.
Diberitakan Kompas.com (15/4/2020) Centre of Reform on Economics (CORE)
Indonesia memperkirakan jumlah pengangguran terbuka bisa meningkat hingga
9,35 juta orang berdasarkan skenario berat yang mereka susun.
Angka tersebut dibangun dengan asumsi bahwa penyebaran Covid-19 sudah tidak
terbendung lagi dan diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) secara luas baik di Pulau Jawa maupun Luar Jawa dengan standar yang
sangat ketat.
Di dalam paparan risetnya CORE menyatakan, dampak pandemi Covid-19 akan
berbeda untuk lapangan usaha yang berbeda, status pekerjaan yang berbeda, dan
wilayah yang berbeda, baik dilihat dari lokasi provinsi maupun lokasi kota dan desa.
Lapangan usaha yang diasumsikan mengalami dampak paling parah adalah
penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan dan
perdagangan, baik perdagangan besar maupun eceran.
Status pekerjaan yang diasumsikan akan mengalami dampak paling parah adalah
pekerja bebas atau pekerja lepas, berusaha sendiri (yang pada umumnya berskala
mikro), berusaha sendiri dengan dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar, dan
pekerja keluarga/tak dibayar.
Dilihat dari sisi wilayah, DKI Jakarta akan mengalami dampak paling parah, diikuti
Jawa Barat dan provinsi-provinsi lain di pulau Jawa.
Dengan demikian, perlu adanya keseimbangan agar kebijakan yang diambil bisa
meringankan beban masyarakat yang terdampak, terutama secara ekonomi, akibat
Covid-19 namun juga tidak melupakan aspek recovery atau pemulihan sehingga
kebijakan yang diambil tidak menjadi beban fiskal negara di kemudian hari.
Page 326 of 355.

