Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 60

Title          PENDIDIKAN VOKASI PERLU KOORDINASI ANTARKEMENTERIAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      24 September 2019
                              https://m.republika.co.id/berita/pybaig335/pendidikan-vokasi-perlu-koo rdinasi-
               Page/URL
                              antarkementerian
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Ketua Komite Pelatihan Vokasi Nasional, Anton J. Supit mengatakan koordinasi di antara
               kementerian harus ditingkatkan dalam waktu yang cepat terkait meningkatkan kualitas
               sumber daya manusia (SDM). Ia menuturkan, bonus demografi Indonesia yakni 2030 tidak
               lama lagi dan harus dipersiapkan dengan baik.

               Ia mengatakan, di era revolusi industri 4.0 akan banyak pekerjaan yang hilang namun juga
               ada pekerjaan baru yang muncul. Hal ini harus mampu dibaca oleh pemerintah untuk
               nantinya dibagikan tugas-tugas siapa yang berwenang mengurus pekerjaan-pekerjaan
               tersebut.

               Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial ini menuturkan,
               semestinya kementerian lain seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan
               informasi pekerjaan apa saja yang perlu dilatih ke Kementerian Ketenagakerjaan
               (Kemenaker) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

               Hal tersebut perlu dilakukan agar pelatihan yang diadakan oleh kementerian dan lembaga
               tidak tumpang tindih. Anton menuturkan, kondisi saat ini masing-masing kementerian
               memiliki pelatihan sendiri.

               "Kita harapkan koordinasi ini akan berjalan efektif dan cepat karena waktu ketika mulai
               bicara mengenai bonus demografi, kita bicara mungkin 10 tahun lalu. Sekarang ini
               waktunya tinggal pendek," kata Anton dalam sebuah diskusi, di Kantor Kemenaker, Jakarta,
               Senin (23/9).

               Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas)
               Kemenaker, Bambang Satrio Lelono mengatakan pihaknya memiliki tugas untuk mengurus
               tenaga kerja jangka pendek melalui pelatihan vokasi. Sementara Kemendikbud bertugas
               untuk mengurus tenaga kerja jangka panjang yakni melalui sekolah menengah.

               Satrio juga menuturkan, selain koordinasi antara kementerian, pendidikan vokasi harus
               berkoordinasi juga dengan pemerintah daerah. Ia menyinggung soal anggaran pendidikan
               di daerah yang hingga saat ini masih belum mencapai angka 20 persen.

               "Daerah harusnya menganggarkan pelatihan pendidikan. Anggaran 20 persen di daerah
               harus dianggarkan untuk pendidikan. Tapi saat ini saya bisa bilang belum ada 1 persen
               daerah di Indonesia yang menerapkan 20 persen ini," kata Satrio menjelaskan.








                                                       Page 59 of 165.
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65