Page 390 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JUNI 2020
P. 390
Merdeka.com - PHK karyawan dan tambahan angka pengangguran di Tanah Air menjadi bukti
nyata dahsyatnya hantaman badai corona atau covid-19. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker),
Ida Fauziyah mengatakan jumlah pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan
kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 bisa lebih dari 3 juta orang.
Menaker mengatakan, jumlah pekerja terdampak mungkin saja lebih banyak dari data yang
dimiliki oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), karena masih ada individu terdampak
yang belum melapor ke Kemnaker atau Dinas Ketenagakerjaan di daerah.
"Akibat berhentinya roda perekonomian kita, ada saudara-saudara kita yang kehilangan
pekerjaan, di-PHK atau kehilangan pendapatan. Jumlahnya, kalau data di Kementerian
Ketenagakerjaan tidak sedikit, 3 juta lebih yang terdaftar," kata Menaker Ida Fauziah.
Khusus pengangguran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angka pengangguran di
Indonesia memang telah mengalami peningkatan sebelum wabah virus corona (Covid-19)
masuk ke Tanah Air pada Maret 2020. Menurut laporan BPS, terpantau ada sekitar 6,88 juta
pengangguran di Indonesia pada Februari 2020, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya
yang sebesar 6,82 juta.
Kepala BPS, Suhariyanto, menyampaikan jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 ada
sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73 juta dibanding Februari 2019.
Berdasarkan catatannya, dalam setahun terakhir jumlah pengangguran bertambah 60.000
orang, yang didominasi oleh para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni sebesar 8,49
persen.
1 dari 2 halaman Potensi Tambahan Pengangguran 5,23 Juta orang Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker), Ida Fauziyah mengatakan pihaknya mengantisipasi perkiraan penambahan sekitar
2,92 juta hingga 5,23 juta orang pengangguran di Indonesia jika pandemi Covid-19 terus
berlangsung.
"Di samping data yang telah kami kompilasi, kami juga antisipasi pengangguran yang bisa
bertambah 2,92 juta orang hingga 5,23 juta orang. Kami terus mencoba untuk terus menekan
tingkat pengangguran, agar tetap di bawah dua digit," kata Ida dalam telekonferensi pers
reguler berbahasa Inggris dari Kantor Presiden, Jakarta , Kamis (18/6).
Menaker Ida berharap situasi dunia usaha segera membaik agar roda kegiatan ekonomi dapat
bergerak, yang pada akhirnya menyerap kembali tenaga kerja. Pada kuartal I 2020, investasi
masih tumbuh yang menyebabkan pembukaan lapangan kerja hingga 300 ribu orang.
Di masa transisi kebiasaan baru, Menaker berharap aliran investasi dapat terus bertumbuh
hingga akhir tahun agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Presiden Joko Widodo, ujar Ida, telah menetapkan enam kebijakan strategis untuk mengurangi
dampak Covid-19 terhadap dunia kerja.
Enam kebijakan itu adalah, pertama, paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha agar tidak
melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kedua, insentif pajak penghasilan bagi para
pekerja, ketiga, jaring pengaman sosial melalui program perluasan bantuan sosial (bansos) bagi
pekerja formal dan informal.
Kemudian, keempat, pemberian prioritas Kartu Prakerja bagi para pekerja yang menjadi korban
PHK. Kelima, perluasan program industri padat karta, dan keenam adalah perlindungan bagi
para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
389

