Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 67
Title EKS PEJABAT NEGARA BAGIAN PERAK PEMERKOSA WNI DISIDANGKAN LAGI
Media Name jabar.antaranews.com
Pub. Date 11 November 2019
https://jabar.antaranews.com/nasional/berita/1157095/eks-pejabat-negar a-bagian-
Page/URL
perak-pemerkosa-wni-disidangkan-lagi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kuala Lumpur - Persidangan terhadap Paul Yong Choo Kiong (48), eks anggota Komite
Eksekutif Pemerintah Negara Bagian Perak dan anggota DPRD Negara Bagian Perak,
terdakwa pemerkosaan pembantu rumah tangga (PRT) AW (23) asal Sumbawa, NTB,
diperiksa kembali di Pengadilan Negeri Perak Malaysia, Senin.
Sidang yang tertutup untuk media tersebut dengan agenda utama mendengarkan
keterangan saksi korban yang untuk pertama kali dihadirkan sejak persidangan yang sudah
berlangsung selama dua kali.
Selama persidangan berlangsung, korban berada di bawah penjagaan jaksa penuntut
umum setelah pada persidangan pertama dan kedua dititipkan di shelter Satuan Tugas
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (Satgas TKI) Kedutaan Besar Republik Indonesia
(KBRI) Kuala Lumpur.
Paul Yong Choo Kiong bersama seorang perempuan dan ajudannya tiba di mahkamah
pukul 09.00 waktu setempat dengan menumpang mobil hitam.
Kehadiran Paul yang berasal dari partai berkuasa, Democratic Action Party (DAP), tersebut
disambut belasan pendukungnya di trotoar depan mahkamah dengan membentangkan
spanduk berbahasa Cina, Inggris, dan Melayu, di antaranya bertuliskan "Hidup YB Paul
Yong", "Who is Black Hand?".
YB merupakan singkatan Yang Berhormat yang biasa menjadi sebutan untuk anggota
dewan di Malaysia.
Dua pengacara Paul Yong, Ramkapal Singh yang juga anggota parlemen Dapil Bukit Glugur
Penang dan RSN Rayer serta korban sudah berada di ruangan sidang.
Pada sidang tersebut KBRI Kuala Lumpur diwakili oleh Koordinator Fungsi Protokol dan
Konsuler Yusron B. Ambary, Sekretaris I Konsuler Shabda Thian, Staf Konsuler Galuh dan
watching brief dari Kantor Pengacara Gooi & Azura, Shelvy.
Yusron mengatakan bahwa sidang pada kali ini berlangsung tertutup, sedangkan pihak
KBRI Kuala Lumpur sudah mengajukan surat permohonan menghadiri sidang terlebih
dahulu.
"Sidang memang tertutup. Kami dari KBRI terlebih dahulu mengajukan surat ke
mahkamah," katanya.
Pada sidang sebelumnya wartawan bisa mengikuti sidang dan masuk ke halaman
pengadilan, sedangkan pada sidang kali ini wartawan dan masyarakat berada di luar
gedung.
Page 66 of 135.

