Page 287 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2021
P. 287
Keterlibatan ini sesuai dengan amanat Permenko Perekonomian Nomor 11 tahun 2020. Dalam
hal ini, manajemen pelaksana melibatkan ahli yang membidangi dalam melakukan asesmen
terhadap pelatihan.
Adapun keterlibatan ini meliputi screening dan monitoring dalam ekosistem Kartu Prakerja.
Proses screening dilakukan oleh Tim Asesmen dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah
Mada, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Airlangga, dan Yayasan Indonesia
Mengajar. Sedangkan monitoring dilakukan oleh Tim Pemantau dari Institut Pertanian Bogor,
Universitas Muhamadiyah Malang dan Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia.
"Tim Asesmen dan Tim Pemantau telah bekerja sejak Oktober 2020 untuk memastikan pelatihan
di Program Kartu Prakerja telah memenuhi standar. Saya mengucapkan terima kasih atas
dukungan ini. Karena Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada tahun 2022, saya meminta
agar Perguruan Tinggi dan Yayasan terus membantu dan mendukung Program Kartu Prakerja,"
kata Airlangga.
Klik halaman selanjutnya >>> Berkat kolaborasi ini, Program Kartu Prakerja mendapat
rating pelatihan mencapai 4,9 dari skala 5. Sebanyak 95% peserta mengatakan pelatihan sesuai
minat merela, 98% peserta mengatakan pelatihan meningkatkan kompetensi, 93% peserta
mengatakan pelatihan dapat diaplikasikan di tempat kerja. Bahkan, 79% peserta menggunakan
sertifikat pelatihan untuk melamar kerja, dan sepertiga dari yang menganggur kini sudah
bekerja.
"Khusus untuk wirausaha, Program Kartu Prakerja sudah dihubungkan dengan fasilitas Kredit
Usaha Rakyat, sehingga ini menjadi proses yang tersambung dari bagian prakerja sampai bisa
mendapatkan modal untuk menjadi entrepreneur," ungkap Airlangga.
Airlangga menyampaikan pada semester II tahun 2021, lebih dari 1.600 pelatihan telah diajukan
oleh 173 lembaga pelatihan. Pelatihan ini telah diperiksa dan dimonitor oleh Project Management
Office (PMO) bersama tim ahli. Per hari ini, 440 jenis pelatihan dari 97 lembaga pelatihan masih
terlibat aktif di dalam ekosistem Kartu Prakerja.
"Ini adalah hal yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada PMO Kartu Prakerja dan
seluruh Mitra Kartu Prakerja. Adanya program ini menciptakan pasar baru yaitu pasar pendidikan
online yang sebelum launching Program Kartu Prakerja, pasar ini tidak ada," kata Airlangga.
Di kesempatan tersebut, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Arif Kuncoro mengatakan
Program Kartu Prakerja melalui pelatihan yang diberikan kepada para penerima merupakan
investasi. Berdasarkan data, insentif yang diberikan setelahnya digunakan para penerima untuk
membeli peralatan produksi.
"Hal ini tidak hanya menjadi investasi bagi para penerima tetapi juga untuk meningkatkan
produktivitas. Program Kartu Prakerja yang lebih banyak mengarah pada pelatihan digital
marketing dan makanan/minuman, merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran
yang match dan membantu stabilisasi inflasi," jelasnya.
Di sisi lain, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono mengatakan materi pelatihan
pada Program Kartu Prakerja berisi skill dan kompetensi baru. Menurutnya, keduanya dapat
digunakan untuk melakukan usaha baru dan menciptakan pasar yang semula belum dipikirkan.
286

