Page 398 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2021
P. 398

dengan Permenaker Nomor 16 tahun 2021."   Selain via laman BPJS Ketenagakerjaan, penerima
              juga dapat mengecek via WhatsApp dengan nomor 081380070175.

              Berikut cara cek via WhatsApp:  - Kirim pesan apa saja ke 081380070175;  - Apabila sudah
              mendapatkan  respons,  pilih  "Informasi  Calon  Penerima  BSU  2021";    -  Kemudian  tinggal
              mengikuti petunjuk yang akan diberikan.

              Cara Cek lewat Call Center 175 dan Lainnya  - Lakukan panggilan ke nomor 175 atau dengan
              nama care@bpjsketenagakerjaan.go.id.

              - Selain itu, penerima juga dapat menghubungi lewat direct message (DM) ke sosial media resmi
              BPJS Ketenagakerjaan.

              - Cantumkan data pribadi seperti KTP, Nama, dan Tanggal Lahir pada kolom komentar.

              - Peserta juga dapat menuju ke kantor cabang terdekat dengan membawa KTP dan Kartu Peserta
              BPJAMSOSTEK.

              Cek via Laman Kemnaker  - Buka laman  kemnaker.go.id  ;  - Apabila belum memiliki akun maka
              dapat mendaftar lebih dahulu;  - Kemudian tekan login lalu dilanjutkan dengan mengisi profil
              biodata diri;  - Lalu cek pemberitahuan dan setelah itu peserta akan mendapatkan notifikasi.

              Sayangnya bantuan ini tidak dapat diterima oleh semua pekerja atau buruh dikarenakan ada
              beberapa syarat yang harus dipenuhi.

              Syarat penerima BSU dikutip dari Instagram resmi Kemnaker,  @kemnaker  :  1. WNI;  2. Pekerja
              atau buruh yang menerima gaji/upah;  3. Peserta aktif program jamsos BPJS Ketenagakerjaan
              yang memiliki upah paling banyak sebesar Rp 3.500.000 per bulan;  4. Merupakan peserta aktif
              program jamsos BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 30 Juni 2021;  5. Bekerja di wilayah PPKM
              level  3  dan  4;    6.  Pekerja/buruh  yang  belum  menerima  Kartu  Prakerja,  Program  Keluarga
              Harapan, atau Program Bantuan Produktif Usaha Mikro;   7. Bekerja pada sektor industri barang
              konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa
              pendidikan serta kesehatan.

              (Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
























                                                           397
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403