Page 26 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 DESEMBER 2018
P. 26
dengan baik. Tak hanya Hanifan, tapi juga atlet-atlet lainnya yang sama-sama
mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.
"Saya sendiri mempertimbangkan bisa buka usaha juga untuk kepentingan masa
depan," kata atlet pencak silat andalan Indonesia untuk nomor 50-60 Kg putra yang
juga tengah menanti pengumuman menjadi PNS tersebut.
Mengenai perlindungan atlet, pada Asian Games lalu, Hanifan dan anggota kontingen
lainnya mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Pada saat ajang
multievent itu berlangsung sempat terjadi insiden.
Pesepeda downhill, Popo Ario Sejati yang tengah mengalami kecelakaan saat
bertanding di Subang. BPJS memastikan proses perawatan hingga kesembuhan atlet
tersebut berada dalam tanggungannya.
Masa pertanggungannya sendiri berlaku selama 1 tahun. Cakupannya meliputi sekitar
1.300 orang anggota kontingen dari atlet, pelatih, manajer, hingga ofisial. Karena
belum berakhir, sejumlah atlet masih memanfaatkannya. Ketika masa itu berakhir
pada Juni 2019, keputusannya dikembalikan ke penerima manfaat.
Dalam kerjasama itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan kecelakaan kerja
(JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan hari tua (JHT). JHT-nya bisa saja
dicairkan. Untuk jaminan lainnya otomatis tak berlaku lagi kecuali sang atlet
melanjutkannya, atau induk organisasi cabor mengambil alih sebagai tanggungannya
untuk periode yang lama, selama aktif sebagai atlet.
Hanya saja, belum semua pihak ngeh terhadap perlindungan jaminan sosial tersebut.
Padahal sebagai atlet, aktivitasnya tak lebih sebagai pekerja yang dalam kegiatannya
tak luput dari resiko. Cedera mereka terkategori sebagai kecelakaan kerja.
"Kami belum terlalu mendengar. Dalam setiap event, kami biasanya berkerjasama
dengan asuransi, itu pun untuk sekali event saja," kata Kadispora Jabar, Yudha M
Saputra, dalam sebuah kesempatan.
Page 25 of 51.

