Page 27 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 SEPTEMBER 2019
P. 27
Kecamatan Tebas. Bagian belakang tubuhnya penuh bekas luka, terparah tampak
seperti bekas luka bakar. "Pernah disetrika," katanya lirih.
Terkait matanya yang sudah tidak berfungsi normal sejak tiga bulan terakhir,
sumiati menceritakan, saat itu ia bekerja di rumah makan milik majikannya, di
wilayah Sibu, Kampung Datu, Sarawak, Malaysia. Tanpa sengaja ia memecahkan
piring. "Kepala saya dipukul," katanya.
Sejak saat itu ia kesulitan melihat. Akibat tidak bisa melihat, Sumiati kemudian
dipulangkan.
Majikannya mengantarkan Sumiati ke perbatasan Entikong di Kalimantan Barat, dan
menaikkannya ke bus. "Sudah dua bulan dibalikkan. Diantar ke Entikong, kemudian
dinaikkan ke bus," katanya
Bus rute Entikong-Sambas kemudian menurunkan Sumiati di Desa Mensere,
Kecamatan Tebas. Ojek pangkalan yang mengenalinya, kemudian menghantarkan
Sumiati pulang ke rumah.
Hanya sebuah tas besar berisikan pakaian, yang sebagian sudah tidak layak pakai,
menemani perjalanan pulang Sumiati.
Hampir dua bulan di rumah, kisah Sumiati nyaris tidak terangkat ke permukaan,
karena keterbatasan keluarga. Kisahnya mulai terungkap, ketika pihak keluarga
mencoba membawa Sumiati mengecek kesehatan matanya ke RSUD Pemangkat.
"Kata dokter, matanya harus secepatnya di operasi," kata Najimah kerabat Sumiati.
Kemudian keluarganya yang bekerja sebagai buruh tani ini, mencoba membuat
kartu BPJS Kesehatan untuk Sumiati, melalui Dinas Sosial Sambas. "Karena belum
selesai-selesai, akhirnya kami melapor ke Pak Deni (anggota DPRD Sambas) yang
kebetulan juga warga Sungai Kelambu," kata ketua RT 13 RW 6 , Misdan.
Page 26 of 76.

