Page 160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2020
P. 160
Ia juga menceritakan sedikit pengalamannya di akun Twitter nya semalam. Taufik
menuliskan "Lagi daftar kartu prakerja, tapi gagal mengunggah terus. Ada yang
sama?".
Tak sendiri, pengalaman hampir serupa dialami Reza Putradarma (25). Ia mengaku
kesulitan dalam menyerahkan ( submit ) hasil tes kompetensi yang dilakukan secara
daring (online).
"Kendalanya pas mengerjakan tes itu tidak bisa submit. Jadi harus dicoba tiga kali
baru ter-record, tapi per pagi tadi sudah selesai masalahnya kok," ucap Reza kepada
CNNIndonesia.com .
Sementara, ia tak kesulitan dalam mengunggah data pribadi ketika mengisi biodata.
Proses pengisian data diakuinya berjalan lancar.
Hanya saja, Reza menilai hal itu akan menyulitkan masyarakat yang sudah lanjut
usia. Pasalnya, calon peserta tak hanya harus memasukkan dokumen Kartu Tanda
Penduduk (KTP), tapi juga berswafoto ( selfie ).
"Proses tidak rumit, tapi mungkin untuk rekan-rekan dengan usia lanjut masih agak
susah. Harusnya kalau sudah memasukkan KTP tidak perlu konfirmasi wajah," kata
Reza.
Selain itu, jenis pertanyaan yang ada dalam tes kompetensi dinilai Reza menyulitkan
masyarakat yang biasa kerja lapangan atau bekerja kasar.
"Pertanyaan tes menurut saya agak tricky untuk mereka yang biasa kerja kasar dan
lapangan," pungkas Reza.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
mengumumkan bahwa pendaftaran program kartu prakerja sudah resmi dibuka
untuk gelombang pertama sebanyak 164 ribu peserta. Pendaftaran awal ini akan
dibuka hingga Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB.
Hasil pendaftaran gelombang pertama akan diumumkan sehari setelah tenggat
waktu, yaitu Jumat (17/4). Jika belum diterima pada gelombang pertama, pendaftar
dapat bergabung di gelombang kedua dan tidak perlu mengulang proses dari awal.
Secara keseluruhan, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta
orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pekerja informal yang
pendapatannya tertekan karena penyebaran virus corona.
Setiap peserta akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55
juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan
Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu
untuk tiga kali. (aud/DAL) .
Page 159 of 394.

