Page 226 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2020
P. 226

Title          DPD INGATKAN PHK DAMPAK COVID-19 HARUS SESUAI UU KETENAGAKERJAAN
               Media Name     jogja.antaranews.com
               Pub. Date      11 April 2020
                              https://jogja.antaranews.com/nasional/berita/1415941/dpd-ingatkan-phk- dampak-covid-
               Page/URL
                              19-harus-sesuai-uu-ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Jakarta - Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bambang Sutrisno
               mengingatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja sebagai dampak pandemi
               COVID-19 harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
               Ketenagakerjaan.

               "Undang-Undang Ketenagakerjaan sangat kuat dalam melindungi hak-hak pekerja,
               terutama berkenaan dengan pemutusan hubungan kerja," kata Bambang melalui siaran
               pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

               Bambang mengatakan Pasal 150 hingga Pasal 172 Undang-Undang Ketenagakerjaan
               memuat syarat dan prosedur bagi perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja
               yang wajib diikuti. Senator dari Provinsi Jawa Tengah itu mengatakan Undang-Undang
               Ketenagakerjaan tidak mengenal istilah pemutusan hubungan kerja sepihak dan tanpa
               pesangon.

               "Setiap pemutusan hubungan kerja yang dilakukan pengusaha terhadap pekerja pada
               prinsipnya harus dirundingkan bersama menyangkut pemenuhan dan pembayaran hak-hak
               pekerja seperti pesangon, penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak," ujarnya
               pula.

               Undang-Undang Ketenagakerjaan juga menetapkan jumlah pesangon, penghargaan masa
               kerja dan uang penggantian hak yang menjadi hak pekerja. "Dalam hal tidak terjadi
               kesepakatan antara pengusaha dan pekerja sehingga terjadi perselisihan perburuhan, maka
               pemutusan hubungan kerja wajib ditetapkan oleh lembaga penyelesaian perselisihan
               perburuhan," katanya lagi.

               Bambang mengatakan pandemi COVID-19 yang disebabkan Virus Corona telah berdampak
               pada sektor ketenagakerjaan. Di Jakarta saja, 139.288 pekerja dari 15.472 perusahaan
               terkena PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah.

               "Gelombang pemutusan hubungan kerja dapat dipastikan tidak hanya melanda Jakarta,
               tetapi juga kota-kota di sekitar Jakarta yang menjadi kawasan industri, seperti Depok,
               Bekasi, Bogor, dan Tangerang," katanya pula. Berdasarkan data yang dilaporkan ke Komite
               III DPD, gelombang pemutusan hubungan kerja juga terjadi di Bali (400 di-PHK, 17.000
               dirumahkan), Kalimantan Tengah (848 dirumahkan hingga PHK), Jawa Barat (34.365
               diliburkan, 14.053 dirumahkan, 5.047 di-PHK), Jawa Timur (1.923 di-PHK, 16.086
               dirumahkan), dan Jambi (749 dirumahkan).





                                                      Page 225 of 394.
   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231