Page 259 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2020
P. 259

Title          DPD: PHK DAMPAK COVID-19 HARUS SESUAI UU KETENAGAKERJAAN
               Media Name     investor.id
               Pub. Date      11 April 2020
                              https://investor.id/industry-trade/dpd-phk-dampak-covid19-harus-sesuai -uu-
               Page/URL
                              ketenagakerjaan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               JAKARTA, Investor.id - Pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja sebagai
               dampak pandemi Covid-19 harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor
               13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

               Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bambang Sutrisno. "Undang-
               Undang Ketenagakerjaan sangat kuat dalam melindungi hak-hak pekerja, terutama
               berkenaan dengan pemutusan hubungan kerja," kata Bambang melalui siaran pers
               yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

               Bambang mengatakan, pasal 150 hingga pasal 172 Undang-Undang
               Ketenagakerjaan memuat syarat dan prosedur bagi perusahaan untuk melakukan
               pemutusan hubungan kerja yang wajib diikuti.

               Ia menegaskan, UU Ketenagakerjaan tidak mengenal istilah pemutusan hubungan
               kerja sepihak dan tanpa pesangon. "Setiap pemutusan hubungan kerja yang
               dilakukan pengusaha terhadap pekerja pada prinsipnya harus dirundingkan bersama
               menyangkut pemenuhan dan pembayaran hak-hak pekerja seperti pesangon,
               penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak," ujarnya pula.

               UU Ketenagakerjaan juga menetapkan jumlah pesangon, penghargaan masa kerja
               dan uang penggantian hak yang menjadi hak pekerja. "Dalam hal tidak terjadi
               kesepakatan antara pengusaha dan pekerja sehingga terjadi perselisihan
               perburuhan, maka pemutusan hubungan kerja wajib ditetapkan oleh lembaga
               penyelesaian perselisihan perburuhan," katanya lagi.

               Bambang mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor
               ketenagakerjaan. Di Jakarta sekitar 139.288 pekerja dari 15.472 perusahaan terkena
               PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah. "Gelombang PHK dapat dipastikan tidak
               hanya melanda Jakarta, tetapi juga kota-kota di sekitar Jakarta yang menjadi
               kawasan industri, seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang," tambahnya.

               Berdasarkan data yang dilaporkan ke Komite III DPD, gelombang PHK juga terjadi
               di Bali dengan jumlah sekitar 400 dan 17.000 dirumahkan, Kalimantan Tengah (848
               dirumahkan hingga PHK), Jawa Barat (34.365 diliburkan, 14.053 dirumahkan, 5.047
               di-PHK), Jawa Timur (1.923 di-PHK, 16.086 dirumahkan), dan Jambi (749
               dirumahkan).





                                                      Page 258 of 394.
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264