Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 49
Title ADA HARAPAN INDUSTRI SEPATU DI BANTEN BATAL RELOKASI, INI SYARATNYA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 14 November 2019
https://www.antaranews.com/berita/1162451/ada-harapan-industri-sepatu- di-banten-
Page/URL
batal-relokasi-ini-syaratnya
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Kan selama upah buruh selalu menjadi isu politik dan isu elektoral Jakarta - Pelaku
usaha industri sepatu yang tergabung dalam Asosiasi Persepatuan Indonesia
(Aprisindo) menyampaikan bahwa masih ada harapan industri sepatu di Banten
untuk bertahan dan tidak menutup pabriknya apabila ada respons dari pemerintah,
terutama pemerintah daerah.
"Kita lihat kondisi ya. Kalau misalnya kemudian Pemerintah Daerah (Pemda) Banten
kooperatif, misalnya tahun depan mereka menghapuskan Upah Minimum Sektoral
(UMSK), itu sudah sangat mendorong industri kita di Banten untuk lebih kompetitif,"
kata Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri Anom di Jakarta, Kamis.
Firman menyebutkan, UMSK yang harus dibayarkan perusahaan sebesar Rp50.000-
Rp100.000/orang/bulan. Sementara industri sepatu di wilayah itu rata-rata
memperkerjakan 10.000-100.000 orang.
Oleh karena itu, lanjut dia, UMSK dirasa memberatkan. Apalagi Upah Minimum
Kabupaten (UMK) di wilayah Provinsi Banten saat ini mencapai Rp4 juta per bulan.
Untuk itu, terkait upah pekerja, Firman berharap agar pemerintah daerah mulai
melihat kepentingan ekonomi ke depan, bukan hanya sekedar menjadikan isu upah
sebagai kepentingan politik.
"Kan selama upah buruh selalu menjadi isu politik dan isu elektoral karena di daerah
Page 48 of 193.

