Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 112
Menaker Ida mengatakan, pelatihan tanggap Covid-19 bertujuan untuk
pemberdayaan masyarakat yang terdampak penyebaran Covid-19 serta
meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pemberian insentif berupa uang saku
pelatihan.
"Program Covid-19 sudah dilakukan oleh BLK dan BPP sejak pertengahan bulan
Maret 2020, dan untuk tahap I sudah diproduksi dan didistribusikan. Saat ini masih
tahap II dan sebagian besar hasilnya sudah didistribusikan. Untuk tahap III
diperkirakan sampai dengan bulan Juni 2020," kata Ida.
Jumlah BLK dan BPP yang mengikuti pelatihan tanggap Covid-19 sebanyak 19 BLK
UPTP; 2 BPP UPTP; 129 BLK UPTD; dan 4 BLK Komunitas. "Pelatihan
mempertimbangkan protokol kesehatan, PSBB dan kebijakan/peraturan pemerintah
lainnya, maka metode pelatihan yang digunakan berupa On-line training; Blended
Training; Distance Training dan Off-line training," kata Ida.
Untuk pelatihan tanggap Covid-19 telah menghasilkan produksi masker sebanyak
2.097.500 buah, face shield 64.800 buah, hand sanitizer 136.250 liter, dan baju
APD/Hazmat sebanyak 56.000 buah, cooking 318.000 box nasi, wastafel portabel
Covid-19 1.584 buah, Peti Covid-19 sebanyak 50 buah, dan disinfektan sebanyak
82.940 liter.
Hasil produksi tersebut digunakan/dimanfaatkan oleh masyarakat guna
menanggulangi penyebaran Covid-19. Di antaranya untuk Petugas Rumah Sakit dan
Puskesmas; Petugas TNI dan POLRI; Posko Penanganan Covid 19 dan BNPB;
Asosiasi Kedokteran/Tenaga Kesehatan; Relawan penanganan Covid-19;
Pengendara jalan umum dan Ojek; Pedagang Pasar dan Kaki 5; Pegawai/karyawan
instansi pemerintah/swasta; dan Petugas sekuriti kementerian/lembaga, instansi
pemerintah daerah, dan swasta.
Sementara Dirjen Pembinaan Pelatihan dan produktivitas (Binalattas) Kemnaker,
Bambang Satrio Lelono mengatakan Kemnaker melakukan refocusing program-
program pelatihan di BLK-BLK sebagai upaya untuk mengantisipasi Covid-19 dan
dampaknya.
"Refocusing program pelatihan kerja di BLK ini sesuai dengan Instruksi Presiden
Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta
Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19," kata
Dirjen Bambang.
Jenis-jenis program pelatihan yang di-refocusing menjadi program pelatihan
tanggap Covid-19 adalah jenis program pelatihan yang memiliki durasi/waktu
pelatihan yang panjang, (lebih dari 240 Jam Pelajaran (JP)) dan membutuhkan
kehadiran peserta secara fisik seperti program pelatihan; Otomotif, Las, Listrik,
Bangunan, AC/Refrigerasi, atau sejenisnya.
Page 111 of 184.

