Page 100 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 NOVEMBER 2019
P. 100
Menghadapi bonus demografi yang 61 persennya merupakan tenaga kerja
produktif, Arief menilai akan berimbas pada persaingan ekonomi yang tinggi. Oleh
karenanya masyarakat harus bisa mempersiapkan diri untuk bersaing bukan hanya di
tingkat nasional saja.
"MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) juga harus diwaspadai, maka dari itu Disnaker
selain memberikan pelatihan berbasis kompetensi, juga memberikan berbasis
kemasyarakatan, untuk mempersiapkan dirj ke enterpreneur atau wirausaha baru,"
ucap Arief.
Selain MEA, Arief menuturkan, Kota Bandung juga harus bersiap pada tahun depan
dengan AFTA (Asian Free Trade Area), CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) dan
APEC (Asia- Pacific Economic Cooperation) agar tidak menjadi penonton saja.
"Mudah-mudahan dengan berbagai pelatihan, kami akan coba sesuai dengan
pangsa pasar yang ada, akan dipilah mana yang berbasis masyarakat, lokal, dan
kompetensi untuk internasional. Karena Disnaker harus menyalurkan tenaga kerja
yang ada di lokal, regional, nasional, dan internasional," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung,
Marsana mengatakan, saat ini pengangguran di Kota Bandung didominasi oleh
lulusan SMK dan Perguruan Tinggi.
"Di Perguruan Tinggi ada 24.330 orang, SMK 24.220 orang. Itu menunjukkan bahwa
walaupun kejuruan belum siap terjun langsung ke dunia usaha atau lapangan kerja,"
ucapnya.
Marsana mengimbau, lembaga pendidikan membentuk bursa kerja khusus agar bisa
Page 99 of 135.

