Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 DESEMBER 2019
P. 51
"Selama 20 tahun menjadi aktivis, saya tidak pernah mendengar petugas imigrasi
menahan TKI di rumah majikannya karena visanya sudah kedaluwarsa," kata Ip.
Berbicara dari Indonesia melalui telepon langsung ke lokasi unjuk rasa di Edinburgh
Place, Yuli mengatakan pengalaman "memalukan" pada awal 29 hari di tahanan
membuatnya merasa tertekan.
"Mereka menyuruh saya melepas pakaian saya untuk pemeriksaan medis. Tetapi
saya merasa ngeri ketika mengetahui bahwa dokter itu seorang pria," katanya.
"Dalam kepercayaan Islam, tubuh perempuan seharusnya tidak dilihat oleh pria di
luar keluarga mereka. Tetapi mereka memaksa saya melepas pakaian saya. Saya
seorang Muslimah. Sangat memalukan untuk melakukan itu di depan seorang pria."
Kerumunan massa meneriakkan "Kami mendukung Yuli" saat ia berbicara, yang
membuat Yuli menangis.
"Kita semua seperti keluarga sekarang. Saya harap Anda juga dapat mendukung
teman-teman saya. Banyak etnis minoritas juga dilecehkan di CIC," katanya melalui
telepon dalam bahasa Kanton.
Menanggapi tuduhan Yuli Riswati, Departemen Imigrasi Hong Kong menolak
mengomentari kasusnya, tetapi menekankan bahwa peraturan untuk tahanan di CIC
dibuat secara ketat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, untuk memastikan
perlakuan yang adil.
Page 50 of 150.

