Page 301 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 301

diumumkan. Berdasarkan ketentuan dari Menteri Ketenagakerjaan pengumuman, UMP paling
              lambat diumumkan pada 21 November 2021.
              "Karena sesuai ketentuan tanggal 21 (November), namun tanggal 21 jatuhnya hari Minggu, kami
              akan umumkan hari Jumat, tanggal 19," kata Andri saat saat dikonfirmasi, Selasa (2/11/2021).

              Saat ini, Andri menyatakan untuk besaran UMP DKI Jakarta 2022 masih dilakukan pembahasan
              dengan sejumlah pihak. Mulai dari asosiasi pengusaha, serikat buruh hingga Dewan Pengupahan.

              Sementara  itu,  Andri  bersama  Dewan  Pengupahan  masih  menunggu  rilis  soal  pertumbuhan
              ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal tersebut untuk menentukan keputusan terkait
              UMP.

              "Sekarang  kami  tunggu  rilis  dari  BPS.  Insyaallah  tanggal  5  November  rilis  terkait  masalah
              pertumbuhan ekonomi termasuk PDB itu yang kami bahas lagi," jelas dia.
              Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut nantinya untuk kenaikan
              Upah Minimum Provinsi (UMP) akan menyesuaikan dengan kemampuan para pengusaha. Sebab
              saat ini masih dalam kondisi pendemi Covid-19.

              "Setiap tahun kan kalau kita bicara kenaikan UMR itu kan memang selalu naik, tapi kita situasinya
              sekarang masih pandemi, tentu kan kita juga lihat kemampuan para pengusaha. Pengusaha kan
              sekarang banyak juga yang berat," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2021).

              Lanjut Riza, permintaan kenaikan UMP merupakan hal wajar. Namun kata dia harus disesuaikan
              dengan secara proporsional, baik masyarakat dan pihak pengusaha.

              Politikus Gerindra tersebut berjanji akan mencarikan solusi yang proporsional untuk semua pihak.

              "Harus dicarikan yang terbaik, tidak boleh mau menang-menangan, pemerintah mau menang
              sendiri, semaunya menentukan, kan tidak baik. Atau pengusaha maunya begitu tidak baik juga,
              atau buruh semaunya sendiri kan tidak baik. Semuanya pasti akan duduk bersama di satu meja
              untuk mencari solusi terbaik," jelas dia.




































                                                           300
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306