Page 91 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 91

EKONOM PREDIKSI KENAIKAN UMP TAHUN DEPAN KECIL

              Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memproyeksikan
              kenaikan upah minimum provinsi atau UMP tahun depan relatif kecil.

              Faisal beralasan, sejumlah variabel penghitung UMP 2022 selama satu tahun terakhir berada di
              posisi yang relatif rendah. Faisal mencontohkan, tingkat inflasi hingga akhir tahun diperkirakan
              stabil di posisi 1,5 persen.

              "Inflasi relatif rendah kalau dihitung secara tahunan, saya rasa masih 1,5 persen," kata Faisal
              melalui pesan suara WhatsApp, Selasa (2/11/2021).

              Di  sisi  lain,  kata  dia,  Produk  Domestik  Regional  Bruto  (PDRB)  juga  tidak  menunjukkan  tren
              peningkatan yang signifikan selama satu tahun terakhir.

              "Jadi antarberbagai macam komponennya, kalau dilihat dari strukturnya saja tambahan upahnya
              saya pikir tidak terlalu besar," tuturnya.

              Sebelumnya,  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  juga  memprediksi  penetapan  upah
              minimum tahun depan mengalami kenaikan. Hanya saja, Kemenaker memastikan kenaikan itu
              tidak  bakal  bergerak  signifikan  lantaran  terjadinya  gelombang  kedua  pandemic  Covid-19  di
              pertengahan tahun ini.

              Direktur  Hubungan  Kerja  dan  Pengupahan  Kemenaker  Dinar  Titus  Jogaswitani  mengatakan
              bahwa kementeriannya masih menunggu data mutakhir dari Badan Pusat Statistik atau BPS ihwal
              variabel yang diperlukan untuk penetapan UMP tersebut.

              "Apabila kita melihat kondisi yang ada saat ini, khususnya akibat second wave Pandemi Covid-
              19, terlihat adanya dampak yang cukup signifikan pada perekonomian di Indonesia," kata Dinar
              melalui pesan tertulis kepada Bisnis, Rabu (27/10/2021).

              Dengan  demikian,  Dinas  meminta,  masyarakat  untuk  menunggu  data-data  yang  sedang
              dipersiapkan  oleh  BPS.  Dia  memastikan  data  yang  disajikan  otoritas  statistik  itu  bakal
              menggambarkan situasi riil pertumbuhan ekonomi dan inflasi saat ini.

              "Penetapan upah minimum 2022 secara mayoritas diprediksi mengalami kenaikan, walaupun
              belum bisa memenuhi ekspektasi para pihak. Hal tersebut harus diapresiasi sebagai langkah
              maju, mengingat kita masih dalam masa pemulihan dari dampak Covid-19," kata dia.

              Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menjelaskan
              penghitungan upah minimum terbaru akan memakai sejumlah variabel baru. Pada regulasi lama,
              kenaikan upah minimum mengacu pada tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun berjalan.

              "Kenaikan upah minimum tahun depan dihitung dengan mengacu pada upah minimum tahun
              berjalan, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, batas atas dan batas bawah upah minimum,"
              kata Timboel, Minggu (24/10/2021).
              Batas atas upah minimum sendiri dihitung dengan mengalikan rata-rata konsumsi per kapita dan
              rata-rata anggota keluarga. Hasil dari perkalian itu lantas dibagi dengan jumlah rata-rata anggota
              rumah tangga yang bekerja.

              Hasil  penghitungan  sementara  yang  dilakukan  Timboel  dengan  formulasi  terbaru
              memperlihatkan  kenaikan  upah  minimum  berada  di  kisaran  1  sampai  2  persen.  Selain  itu,
              kenaikan upah minimum berpotensi tak merata karena inflasi dan pertumbuhan ekonomi tak
              merata di setiap provinsi.


                                                           90
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96