Page 232 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 232
Title THR, KEWAJIBAN PENGUSAHA UNTUK MEMBAYAR KE KARYAWAN
Media Name sindonews.com
Pub. Date 08 April 2020
https://ekbis.sindonews.com/read/1582642/34/thr-kewajiban-pengusaha-un tuk-
Page/URL
membayar-ke-karyawan-1586325251
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pandemi virus corona (Covid-19) membuat perekonomian Indonesia lesu. Kondisi ini
memengaruhi arus keuangan perusahaan atau pengusaha yang akhirnya kesulitan
membayarkan hak-hak karyawan, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR).
THR sendiri sudah menjadi kewajiban pengusaha untuk membayarnya kepada
pegawainya, sebagaimana tertuang dalam Pasal 8 Peraturan Menteri Tenaga Kerja
(Permenaker) Nomor 20 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi
Administratif Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Dalam Pasal 8 tersebut juga tertulis, pembayaran THR Keagamaan wajib dibayarkan
paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.
Bila THR tidak dibayarkan, maka ada sanksi yang akan dikenakan kepada para
pengusaha atau perusahaan bakal mendapat sanksi. Sanksi diatur dalam Pasal 9
Permenaker Nomor 20 Tahun 2016.
"Pengusaha yang tidak membayar THR Keagamaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 8, dikenai sanksi administratif seperti teguran tertulis dan pembatasan," tulis
keterangan Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (8/4/2020).
Pada Pasal 10, teguran tertulis yang diatur dalam Pasal 9 dikenakan kepada
pengusaha untuk satu kali dalam jangka waktu paling lama 3 hari kalender terhitung
sejak teguran tertulis diterima.
Lalu pada Pasal 11 ayat (1) menyebutkan, pengusaha yang tidak melaksanakan
kewajiban sampai dengan berakhirnya jangka waktu sesuai dalam Pasal 10, dapat
direkomendasikan untuk dikenakan sanksi administratif berupa pembatasan
kegiatan usaha.
Rekomendasi sebagaimana dimaksudkan pada ayat 1 paling sedikit didasarkan pada
pertimbangan mengenai sebab tidak dilaksanakannya teguran tertulis oleh
Page 231 of 234.

