Page 59 - e-Kliping Ketenagakerjaan 1 Maret 2019
P. 59

Title          MK TOLAK PERMOHONAN UJI UU KETENAGAKERJAAN
                Media Name     antaranews.com
                Pub. Date      28 Februari 2019
                               https://www.antaranews.com/berita/803604/mk-tolak-permohonan-uji-uu-ke
                Page/URL
                               tenagakerjaan
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Positive


               MK TOLAK PERMOHONAN UJI UU KETENAGAKERJAAN

               Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya menyatakan menolak permohonan
               uji materi Pasal 167 ayat (3) UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang diajukan oleh
               Forum Perjuangan Pensiunan BNI.

               "Amar putusan mengadili, menyatakan menolak permohonan pemohon," ujar Ketua Majelis
               Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Kamis.

               Mahkamah menilai permohonan yang diajukan FPP BNI tidak beralasan menurut hukum.

               Adapun Pasal 167 ayat (3) UU Ketenagakerjaan menyatakan, dalam hal pengusaha telah
               mengikutsertakan pekerja dalam program pensiun yang iurannya dibayar oleh pengusaha
               dan pekerja, maka uang pesangon yang dihitung yaitu uang pensiun yang iurannya dibayar
               oleh pengusaha.

               Sebelumnya para pemohon mengungkapkan pihaknya masih belum memperoleh
               kekurangan pembayaran uang pesangon, karena manajemen BNI dinilai telah menafsirkan
               secara sepihak Pasal 167 ayat (3) UU Ketenagakerjaan, yaitu dengan tidak
               mempertimbangkan penjelasan atas pasal tersebut.

               Terkait dengan dalil permohonan tersebut, Mahkamah menilai permohonan pemohon
               merupakan persoalan implementasi norma, yang oleh pemohon juga diakui sebagai
               persoalan implementasi.

               Kendati demikian, pemohon tidak juga memperbaiki permohonannya, apalagi permohonan
               pengujian serupa juga pernah diputus oleh Mahkamah.

               "Mahkamah memeriksa secara cermat dan seksama permohonan pemohon, telah nyata
               pula bahwa hal yang oleh pemohon dianggap sebagai perbedaan dengan permohonan-
               permohonan pengujian sebelumnya yang telah diputus oleh Mahkamah adalah hanya
               terletak pada penambahan dasar pengujiannya saja, tetapi secara substantive pemohon
               tidak menguraikan secara jelas alasan-alasan yang menunjukkan perbedaan dimaksud,"
               ujar Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

               Oleh sebab itu secara substansial tidak ada alasan konstitusional baru yang menyebabkan
               MK harus mengubah pendiriannya terhadap konstitusionalitas pasal yang diuji, sehingga
               alasan permohonan dinyatakan tidak beralasan menurut hukum.








                                                       Page 58 of 102.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64