Page 173 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 ApRIL 2019
P. 173
menghadirkan bukti yang memadai dan saksi-saksi kunci yang independen, bebas
dari tekanan, dan proses peradilan yang memperhatikan relasi kuasa antara pihak
pelaku maupun saksi.
"Kami juga meminta pemerintah untuk memperjuangkan dan memenuhi hak korban
yaitu Adelina dan keluarganya, atas hak pemulihan termasuk kompensasi bagi
keluarga, hak atas kebenaran serta hak atas keadilan," kata dia.
Majikan Adelina Bebas, Indonesia Akan Lakukan Watching Brief Komnas Perempuan
mendorong berbagai pihak, khususnya organisasi migran, CSO regional, NHRI di
ASEAN untuk membuat pelaporan tentang pelanggaran hak asasi migran yang akan
diserahkan ke mekanisme HAM PBB saat Malaysia di-review di PBB, antara lain melalui
mekanisme UPR (Universal Periodic Review), CEDAW, dan lain-lain.
Komnas Perempuan juga mendorong mekanisme regional baik AICHR (ASEAN
Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR), ACWC (ASEAN
Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children),
ACMW (ASEAN Committee on Migrant Workers) untuk bersikap dan melakukan
langkah sistemik untuk pencegahan dan perlindungan khususnya mencegah
impunitas pelaku kejahatan kepada buruh migran perempuan.
Pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN harus menjalankan komitmen dan
mengimplementasikan ACTIP (The ASEAN Convention Against Trafficking in Persons,
Especially Women and Children), ASEAN Consensus on the Protection and Promotion
of the Rights of Migrant Workers dan GCM (The Global Compact for Safe, Orderly and
Regular Migration).
Kemudian dia meminta pemerintah mnyegerakan perlindungan komprehensif dengan
melaksanakan UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
dengan menerbitkan aturan turunannya agar dapat dioperasionalkan dan meratifikasi
Konvensi ILO 189 tentang kerja layak PRT.
"Pemerintah RI melakukan pendokumentasian, khususnya kasus-kasus femicida
dalam berbagai konteks kekerasan, termasuk konteks kerentanan migran perempuan
menjadi korban femicida baik secara langsung maupun secara gradual," kata dia.
(Ant/OL-8).
Page 172 of 268.

