Page 146 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 AGUSTUS 2019
P. 146
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken
Widiastuti, mengatakan, program Desmigratif memiliki manfaat besar bagi pekerja
migran dan keluarganya. Sayangnya, kata dia, program Desmigratif belum cukup
dikenal oleh masyarakat.
Untuk itu, ia meminta lintas pemerintahan, baik di pusat dan daerah, maupun
masyarakat umum, untuk turut serta mendesimenasikan Desmigratif. "Sehingga
daerah-daerah lain yang cukup banyak pekerja migrannya dapat mencontoh dan
pada akhirnya perlindungan pekerja migran dapat ditingkatkan," kata Niken.
Melalui program Desmigratif, ia menilai permasalahan tersebut dapat diminimalikan.
Sebab, program Desmigratif menyasar langsung desa kantong pekerja migran.
"Sebelum calon pekerja migran berangkat, mereka perlu sekali mengetahui aturan-
aturan agar mereka tidak tertipu calo sehingga mereka tidak terlantar," ucap Niken.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Soes Hindharno, menambahkan, program Desmigratif
memiliki 4 pilar. Salah satunya adalah layanan migrasi yang mencakup layanan
informasi pasar kerja luar negeri, tata cara migrasi, pelatihan, hingga informasi
perwakilan RI di luar negeri.
Menurutnya, salah satu penyebab lahirnya praktik percaloan dan migrasi
unprosedural adalah akses informasi ke masyarakat belum sempurna. "Sehingga
muncullah inisiasi ini untuk menyampaikan informasi yang harus sampai ke tangan
masyarakat desa," kata Soes.
Direktur PPTKLN, Eva Trisiana menambahkan, ILO mengapresiasi program
Desmigratif yang digagas pemerintah Indonesia sebagai upaya perlindungan yang
menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia.
"Melalui desmigratif kita prioritaskan layanan migrasi sejak di kampung halaman
serta peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja migran melalui pengelolaan
remintansi dan pemberdayaan ekonomi, " kata Eva.
Page 145 of 156.

