Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 AGUSTUS 2019
P. 85
Hingga akhirnya salah satu pengurus yang berinisial LFH alias FR menjemput PMI
tersebut di dalam hutan.
Saat itulah dilakukan penangkapan kepada tersangka LFH. Petugas juga
mengamankan pengurus lainya berinisial RH alias DY di Kampung Tua Pantai
Nongsa.
Polisi mengamankan barang bukti berupa boat pancung kayu yang akan digunakan
untuk mengirim para PMI secara illegal ke Malaysia.
"21 PMI kini sudah berada di rumah singgah Mapolda Kepri dan selanjutkan akan
dipulangkan ke daerah asalnya melalui BP3TKI Tanjungpinang," jelas Erlangga.
Bayar Rp 2,5 juta
Erlangga mengatakan, untuk bisa berangkat ke Malaysia, masing-masing PMI
dikenakan biaya Rp 1,7 juta hingga Rp 2,5 juta tanpa melalui perusahaan penyalur
PMI yang resmi.
Mereka juga tidak dilengkapi dokumen persyaratan sebagai PMI yang resmi.
Dari 21 korban ini 12 adalah pria dan 9 wanita. 14 orang berasal dari Nusa
Tenggara Timur (NTT) dan 7 Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain kapal cepat, polisi juga mengemankan sejumlah barang bukti berupa ponsel,
mobil, tiga unit mesin tempel merek Yamaha 40 PK, paspor dan uang tunai Rp 1,7
juta yang disinyalir sebagai uang operasional.
Kedua pelaku diancam Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun
2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Page 84 of 156.

