Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 120

"Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di
               Jepang. Ini kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor formal
               yang banyak dibutuhkan di Jepang," tuturnya di Kantor Kemnaker, Jakarta Selasa
               (25/6/2019).

               Hanif menjelaskan, saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang akan
               mengalami shortagetenaga kerja dan aging society. Sehingga, untuk memenuhi
               kebutuhan tenaga kerja dengan usia produktif, Jepang harus merekrut tenaga kerja
               asing.

               Untuk menghadapi masalah tersebut, pada tanggal 1 April 2019, Pemerintah Jepang
               mengeluarkan kebijakan baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu residential status
               baru bagi SSW (TKA berketerampilan spesifik) yang akan bekerja ke Jepang.

               "Melalui kebijakan residential status tersebut, Pemerintah Jepang membuka peluang
               kerja pada 14 sektor bagi tenaga kerja asing SSW. Total kuota SSW untuk seluruh
               negara, termasuk Indonesia adalah 345.150 tenaga kerja," ujarnya.

               Adapun sektor-sektor pekerjaan yang dibutuhkan antara lain Care worker; Building
               Cleaning Management; Machine Parts and Tooling Industries, Industrial Machiner,
               Industry Electric, Electronics, and Information Industries Construction Industries
               Shipbuilding and Ship Machinery Industr, Automobile repair and maintenance.

               Kemudian Aviation Industry, Accomodation Industry, Agriculture, Fishery and
               Aquaculture, Manufacture of food and beverages dan Food service industry.

               "Berdasarkan arahan Pak Wakil Presiden Jusuf Kalla, Pemerintah Indonesia
               menargetkan agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20 persen atau 70 ribu
               orang dari kuota tersebut," jelas Hanif.

               Dia melanjutkan, Kemnaker sendiri tengah fokus menggenjot peningkatan
               kompetensi SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Optimalisasi ini dilakukan agar
               lulusan BLK mampu bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun di luar negeri,
               termasuk di Jepang.

               "Kita harus menyesuaikan sistem dan kurikulum pelatihan di BLK dengan kebutuhan
               sektor industri di Jepang sehingga lulusan BLK sesuai dengan standar yang
               diharapkan, termasuk juga kemampuan Bahasa Jepang," paparnya.

               "Jadi Pemerintah Indonesia harus mengikuti standar kerja di Jepang sebagai standar
               kompetensi kerja (SKK) khusus yang akan menjadi standar dan pedoman dalam
               proses pelatihan maupun uji kompetensi bagi calon tenaga kerja yang nantinya
               akan bekerja di Jepang," tambah dia..









                                                      Page 119 of 185.
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125