Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 140

Title          KSPI MINTA REVISI UU KETENAGAKERJAAN DITUNDA
               Media Name     jateng.antaranews.com
               Pub. Date      25 Juni 2019
                              https://jateng.antaranews.com/nasional/berita/927328/kspi-minta-revisi -uu-
               Page/URL
                              ketenagakerjaan-ditunda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Obon Tabroni
               meminta pemerintah menunda revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang
               Ketenagakerjaan.

               "Persoalan ketenagakerjaan bukan persoalan sepele. Sebab akan berdampak pada
               sekitar 80 juta buruh formal di Indonesia. Karena itu butuh kajian yang mendalam,"
               ujar Obon melalui siaran pers, Selasa.

               Presiden Joko Widodo telah rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk
               menindaklanjuti usulan pengusaha untuk merevisi UU Ketenagakerjaan.

               Namun Obon khawatir revisi tersebut hanya akan mengakomodasi kepentingan
               pengusaha dan mengabaikan kepentingan pekerja.

               "Tidak akan maksimal dalam waktu tiga bulan undang-undang tersebut disahkan.
               Butuh pengkajian yang lama kalau ingin hasil maksimal," katanya.

               Obon juga khawatir, menjelang akhir masa jabatan DPR periode 2014-2019, akan
               terjadi proses transaksional dalam pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan.

               Pasal-pasal yang ada dalam UU Ketenagakerjaan itu berkaitan dengan upah,
               outsourcing , PHK, tenaga kerja asing, jaminan sosial, dan lain sebagainya.

               Semua hal tersebut terkait erat dengan kepentingan pengusaha dan buruh.

               "Ironisnya, saat ini isu yang kencang terdengar bahwa revisi ditujukan untuk
               mengurangi kualitas upah, mempermudah PHK, hingga penghapusan pesangon,"
               katanya.

               Karena itu, kata dia, sebagian besar serikat buruh menolak revisi UU
               Ketenagakerjaan jika tujuannya untuk mengakomodir kepentingan pengusaha.

               Ia menegaskan revisi UU Ketenagakerjaan itu harus berdasarkan semangat
               melindungi kepentingan tenaga kerja.

               "Namanya saja UU Ketenagakerjaan. Karena itu semangatnya adalah memberikan
               proteksi terhadap kepentingan tenaga kerja," katanya.




                                                      Page 139 of 185.
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145