Page 175 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 175

JAKARTA,  - Pemerintah membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk partisipasi dalam
              Program  Kartu  Prakerja,  baik  sebagai  peserta  pelatihan  maupun  penyedia  modul  materi
              pembelajaran.  Sejak  program  ini  diluncurkan,  terbukti  mendapat  respons  yang  positif  dari
              masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas SDM.

              "Jadi semua orang bisa berpatisipasi di sini, mulai dari pilihan modul,  e-walet  dan lain. Itu
              salah satu terobosan, jadi semua orang bisa berpartisipasi," kata Direktur Eksekutif Manajemen
              Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam dialog  Hot Economy  dengan
              tema 'Inovasi Kartu Prakerja' di  Beritasatu TV  , Jumat (3/7).

              Narasumber lain dalam dialog tersebut adalah Pendiri Gerakan Inovator 4.0 Indonesia Budiman
              Sudjatmiko.  Denni  mengakui  sebelumnya  banyak  kritik  yang  ditujukan  misalnya  terkait
              penyediaan infrastruktur oleh pemerintah atau BUMN sampai ke cucu-cucunya.

              "Ini program justru menggunakan banyak sekali rekan-rekan atau mitra swasta. Kolaborasinya
              dengan swasta ini luar biasa," katanya.

              Dia ambil contoh seseorang yang ahli di bidang penyiaran, dan akan membuat modul bagaimana
              menjadi penyiar dan lainnya. Jika yang bersangkutan tidak memiliki PT, maka bisa mendaftar
              melalui PT yang sudah menjadi mitra.

              "Anda  bisa  membagikan  pengetahuan  anda  itu  lewat  modul  dan  masuk  ekosistem  kartu
              prakerja. Jadi siapapun boleh masuk selama memenuhi kriteria," jelasnya.

              Sebagaimana diketahui, Project Manajemen Officer (PMO) Program Kartu Prakerja per 1 Juli
              2020 secara resmi telah menghentikan sistem paket pelatihan yang selama ini dilakukan oleh
              media  platform  Kartu Prakerja.  Ini  dilakukan  karena  berdasarkan  evaluasi  komite, pelatihan
              dalam satu paket membuat PMO sulit untuk memastikan apakah peserta sudah menyelesaikan
              seluruh pelatihan.

              Denni  mengatakan,  ini  adalah  banyak  masukan  dari  kementerian  dan  lembaga  dan  melihat
              kapasitas tim  engineering  manajemen pelaksana. Saat ini pihaknya fokus kepada pemberian
              insentif  pascapelatihan  yang  sebesar  Rp  600  ribu,  mengingat  hal  itu  yang  paling  ditunggu-
              tunggu oleh masyarakat.

              Sekarang ini kalau tetap dibuka pelatihannya, maka  backlog  akan banyak sekali.

              "Kami untuk sementara hentikan dulu pelatihan paket Kartu Prakerja. Sampai kapan saya tidak
              tahu. Tapi kalau yang eceran ada. Tapi ini bagian dari pembenahan tata kelola. Jadi untuk
              sementara  dihold  karena  ada  pembenahan  untuk  menjadi  lebih  baik,"  katanya,    Sejak
              diluncurkan April lalu, sebanyak 11,2 juta orang telah mendaftar Kartu Prakerja. Dari angka itu
              sebanyak 680 ribu orang telah ikut pelatihan dalam tiga gelombang. Tercatat pesertta Prakerja
              sebanyak 88 persen usianya di bawah 34 tahun dan 91% peserta prakerja itu pendidikan SMA
              ke atas. Anggaran untuk Kartu Prakerja adalah Rp 20 triliun untuk 2020, dengan manfaat Rp
              3,55 juta per individu. Lalu bantuan pelatihan Rp 1 juta, insentif penuntasan pelatihan Rp 600
              ribu per bulan selama 4 bulan dan insentif survei kebekerjaan Rp 150 ribu.


              Sasaran dan target dimana sasarannya adalah pekerja yang mengalami penurunan pendapatan
              dan kehilangan pekerjaan, dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan berusaha. Targetnya


                                                           174
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180