Page 326 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 SEPTEMBER 2021
P. 326
Judul Komisi IX Desak Kemnaker Tingkatkan Program JKP
Nama Media Haluan Padang
Newstrend Jaminan Kehilangan Pekerjaan
Halaman/URL Pg6
Jurnalis h
Tanggal 2021-09-29 09:24:00
Ukuran 61x153mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 5.337.500
News Value Rp 26.687.500
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meningkatkan manfaat
program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja informal. Serta mengharmonisasikan
regulasi jaminan sosial terutama regulasi antara klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) dan
klaim program JKP. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar saat
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah mitra kerja Komisi IX Gedung Nusantara I,
Senavan, Jakarta, Selasa (28/9).
KOMISI IX DESAK KEMNAKER TINGKATKAN PROGRAM JKP
JAKARTA, HALUANKomisi IX DPR RI mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
meningkatkan manfaat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja informal.
Serta mengharmonisasikan regulasi jaminan sosial terutama regulasi antara klaim program
Jaminan Hari Tua (JHT) dan klaim program JKP.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar saat Rapat Dengar
Pendapat (RDP) dengan sejumlah mitra kerja Komisi IX Gedung Nusantara I, Senavan, Jakarta,
Selasa (28/9).
Disampaikan Ansory, sehubungan dengan sisa anggaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar
Rp 1.791 triliun, Komisi IX mendesak Kemnaker untuk memanfaatkan anggaran tersebut dengan
memperluas kepesertaan dan wilayah penerima bantuan terutama pada sektor informal.
"Serta mendesak Dewan Jaminan Sosial Nasional lebih intens dalam melakukan pengawasan
mulai dari validasi data hingga verifikasi data calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU)," ujar
politisi Fraksi PKS itu.
Ia menambahkan, Komisi IX juga mendesak Kemnaker bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk
bersama membangun tata kelola data sehingga seluruh manfaat jaminan sosial dan bantuan
sosial lebih tepat sasaran.
325

