Page 80 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 NOVEMBER 2019
P. 80

Substansi dari Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja terdiri dari penyederhanaan
               perizinan, simplifikasi syarat investasi, penghapusan sanksi pidana, kemudahan dan
               perlindungan UMKM, ketenagakerjaan, dukungan riset dan inovasi, adminstrasi
               pemerintahan, kemudahan berusaha, pengadaan lahan, kemudahan proyek
               pemerintah, hingga terkait kawasan ekonomi.

                Beberapa aspek yang sudah diketahui substansi perubahannya antara lain terkait
               perizinan dimana pendekatan izin berubah dari license based approach menjadi risk
               based approach. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi banyaknya perizinan
               seperti contoh IMB.

                Kewenangan dalam pemerintahan terutama dalam membentuk Norma, Standar,
               Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang pada awalnya merupakan kewenangan menteri
               akan digeser kepada presiden.

                Dalam aspek pertanahan, investor yang sudah mendapatkan izin akan dibantu oleh
               pemerintah dalam urusan pengadaan tanah, terutama untuk Proyek Strategis
               Nasional (PSN).

                Terkait dengan ketenagakerjaan, enam poin yang hendak direvisi antara lain terkait
               upah minimum, outsourcing, tenaga kerja asing, pesangon, jam kerja, hingga
               sanksi.

                Ke depan, Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja juga membutuhkan substansi
               terkait perpajakan, PNPB, dan pajak daerah. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa
               Keuangan (OJK) juga perlu menyiapkan dukungan dalam aspek pembiayaan
               perbankan ataupun non-perbankan.


                Urusan perlindungan dan pemberdayaan UMKM juga memiliki potensi untuk
               menjadi UU terpisah dari Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja..



































                                                       Page 79 of 144.
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85