Page 5 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 5

Title          MENAKER SOAL THR WAJIB DIBAYAR: PALING LAMBAT 7 HARI SEBELUM LEBARAN
               Media Name     wartaekonomi.co.id
               Pub. Date      12 Mei 2020
                              https://www.wartaekonomi.co.id/read285090/menaker-soal-thr-wajib-dibay ar-paling-
               Page/URL
                              lambat-7-hari-sebelum-lebaran
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan para pengusaha
               untuk membayarkan tunjangan hari raya (THR) tepat waktu, yaitu paling lambat
               tujuh hari sebelum Idul Fitri.

               "THR Keagamaan merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh
               pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat tujuh hari sebelum hari raya
               keagamaan," kata Menaker Ida Fauziyah dalam siaran pers kementerian yang
               diterima di Jakarta, Senin.

               Dalam konferensi video dengan kepala Dinas Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia
               pada Senin (11/5), Menaker mengingatkan bahwa aturan THR keagamaan sudah
               diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang
               Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

               Permenaker itu merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun
               2015 tentang Pengupahan yang salah satunya mengatur tentang denda jika
               perusahaan terlambat membayarkan THR dan sanksi administratif bagi yang tidak
               membayar. Perusahaan yang terlambat membayar dapat dikenai denda lima persen
               yang akan dikelola untuk kesejahteraan buruh dan pekerja.

               Namun, menimbang dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian saat ini,
               Menaker mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor:
               M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2020
               di Perusahaan Dalam Masa Pandemi COVID-19 yang membuka ruang dialog terkait
               THR.

               Dialog pengusaha dan pekerja dapat dilakukan jika ada perusahaan yang tidak
               dapat membayar penuh atau malah tidak bisa membayar sama sekali THR sampai
               dengan waktu yang ditentukan akibat dampak COVID-19. Dialog itu dapat
               membuahkan keputusan pembayaran THR secara bertahap atau penundaan sampai
               jangka waktu yang disepakati kedua belah pihak, menurut SE tersebut.

               "Semangat surat edaran ini memang mendorong dialog untuk mencapai
               kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bila ada pengusaha yang tak mampu
               membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR
               Keagamaan," ujar Menaker.





                                                       Page 4 of 243.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10