Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 122

Title          DPR RESPONS BERITA KAPAL CHINA EKSPLOITASI WNI: KEMENLU SEGERA LAKUKAN
                              KOORDINASI
               Media Name     wartaekonomi.co.id
               Pub. Date      07 Mei 2020
               Page/URL       https://www.wartaekonomi.co.id/read284490/dpr-respons-berita-kapal-chi na-eksploitasi-
                              wni-kemenlu-segera-lakukan-koordinasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menyatakan prihatin terkait
               eksploitasi 18 Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Longxing
               629 China. Di mana empat orang ABK telah meninggal dunia dan tiga jasad di
               antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.

               "Saya sangat prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya ABK Indonesia yang
               bekerja di kapal itu. Negara berkewajiban memberikan perlindungan dan pendampingan
               kepada semua WNI termasuk memastikan tidak adanya kekerasan, eksploitasi, dan
               pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang berakibat jatuhnya korban nyawa WNI
               dan terampasnya hak mereka sebagai ABK," tandas Kharis.

               Kharis mengatakan, sebagaimana Pasal 18 Undang-Undang Hubungan Luar Negeri No.
               37 Tahun 1999 disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban untuk melindungi
               kepentingan warga negara atau badan hukum Indonesia. Sementara pada Pasal 19
               disebutkan bahwa perwakilan Republik Indonesia berkewajiban untuk memberikan
               pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum bagi warga negara Indonesia yang
               berada di luar negeri.

               "Karena itu saya meminta agar Kementerian Luar Negeri segera berkoordinasi dengan
               Pemerintah Tiongkok terkait kapal tempat bekerja WNI dan Pemerintah Korea Selatan
               yang saat ini merawat dan membantu 14 ABK yang masih hidup, sehingga semua
               dapatkan keadilan dan tentunya pendampingan yang memadai dari negara dalam hal ini
               kedutaan besar kita di Korea Selatan," ujar anggota DPR dari Fraksi PKS ini.

               Sebelumnya, sebagaimana diberitakan media di Korea Selatan, sejumlah WNI ABK
               melapor bahwa mereka diperlakukan dengan buruk di kapal ikan tersebut dengan
               bekerja hingga 18 sampai 30 jam, istirahat yang minim, serta terpaksa harus meminum
               air laut yang disaring sehingga sebagian jatuh sakit. Sementara para awak dari China
               mendapat jatah air mineral dalam botol.

               "Berdasarkan UU 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU
               PPMI) jelas sekali bahwa bekerja merupakan hak asasi manusia yang wajib dijunjung
               tinggi, dihormati, dan dijamin penegakannya. Pekerja migran Indonesia harus dilindungi
               dari perdagangan manusia, termasuk perbudakan dan kerja paksa, korban kekerasan,
               kesewenang- wenangan, kejahatan atas harkat dan martabat manusia, serta perlakuan
               lain yang melanggar hak asasi manusia apa yang terjadi pada ABK WNI di kapal itu
               harus diusut tuntas hingga selesai," tandas legislator dari Dapil Jateng 5 itu.
               Partner Sindikasi Konten: SINDOnews.




                                                      Page 121 of 276.
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127