Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 137

Title          JASAD WNI ABK DIBUANG KE LAUT, FADLI ZON: HARUS DIUSUT DAN DIINVESTIGASI
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      07 Mei 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/05/07/121030/jasad-wni-abk-dibuang-ke- laut-fadli-
               Page/URL
                              zon-harus-diusut-dan-diinvestigasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Anggota DPR RI Fadli Zon mendesak agar pemerintah Indonesia mengusut tuntas
               kasus pembuangan jasad WNI ABK kapal Longxing 629 China. Hal itu disampaikan
               oleh Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon. Ia meminta agar pemerintah
               Indonesia segera mengusut tuntas dan melakukan investigasi atas kasus tersebut.

               "Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kita bukan budak China! @Menlu_RI
               @KemnakerRI @jokowi," kata Fadli seperti dikutip Suara.com, Kamis (7/5/2020).

               Kasus pembuangan jasad WNI ABK tersebut berawal dari video unggahan YouTuber
               Jang Hansol atau Korea Reomit. Dalam video itu, Jang Hansol mengutip
               pemberitaan media Korea Selatan, MBC yang berjudul "[Eksklusif] 18 jam sehari
               kerja ... jika sakit dan tersembunyi, buang ke laut (2020.05.05 / News Desk /
               MBC)".

               Fadli menegaskan jika hasil pemberitaan MBC tersebut memang benar, ia mendesak
               agar Indonesia menuntut China atas perbuatan tidak manusiawi tersebut. Fadli
               menilai perbuatan yang dilakukan oleh kapal milik China tersebut merupakan bentuk
               praktik perbudakan. Tak hanya itu, ia juga menilai perbuatan tersebut sebagai
               bentuk pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap rakyat Indonesia.

               "Selain praktik perbudakan, apa yang dilakukan terhadap ABK Indonesia jelas
               pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap rakyat Indonesia," ungkapnya.

               Nasib ABK Indonesia

               Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan Ari Purboyo
               menjelaskan, ABK dengan total 18 berangkat dari Indonesia menuju Korea Selatan
               lalu dijemput dengan kapal Longxing 629 setahun lalu. Ia menyebut, ada tiga
               perusahaan yang bertanggung jawab atas keberangkatan ABK tersebut yakni PT
               Lakemba Perkasa Bahari, PT Alfira Perdana Jaya (APJ) dan PT Karunia Bahari.

               Setelah dijemput, mereka pun berlayar ke laut lepas. Namun tiga ABK mengalami
               sakit di tengah laut sampai akhirnya meninggal dunia. Selang setahun kemudian, 14
               ABK yang masih bertahan pun akhirnya mendapatkan pertolongan oleh otoritas
               setempat dan kini tinggal di sebuah hotel di Busan, Korea Selatan. Rencananya, 14
               ABK itu dipulangkan ke Indonesia namun masih bingung dengan pembiayaannya.





                                                      Page 136 of 276.
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142