Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 117
pada instrumen yang bersifat fixed income dalam bentuk SBN dan Deposito. Dimana
untuk instrument deposito 97 persen ditempatkan pada Bank Pemerintah.
"Saat ini, total dana kelolaan BPJAMSOSTEK sebesar Rp431,7 triliun, yang
meningkat sebesar 18,3 persen dari kelolaan dana tahun lalu. Alokasi dana tersebut
pada Surat Utang sebesar 60 persen, saham 19 persen, deposito 11 persen,
reksadana 9 persen, dan investasi langsung 1 persen," ungkapnya.
Utoh menjelaskan, terkait penempatan dana pada instrumen saham mayoritas
merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen.
Namun ada juga saham yang pernah di LQ45, namun sudah keluar, seperti antara
lain saham PGAS dan ANTM. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar dua
persen besarannya dari total portofolio saham BPJAMSOSTEK.
"Kami pastikan BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten
dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas
yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Penempatan dana juga
dilakukan secara selective buy dengan memperhatikan fundamental yang baik dari
masing-masing emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang dikategorikan
gorengan," tegas Utoh
Kinerja pengelolaan portolofolio saham BPJAMSOSTEK selama tahun 2019
menunjukkan return total mencapai 7,6 persen atau lebih tinggi dari kinerja IHSG
yang mencapai 1,7 persen. Dengan kinerja portofolio saham seperti diatas, Utoh
berharap masyarakat dapat meyakini dana BPJAMSOSTEK aman dan akan selalu
berusaha untuk transparan.
"Bentuk transparansi yang kami lakukan seperti menyajikan laporan keuangan dan
laporan pengelolaan program hasil audit kepada public," jelasnya. Menilik kinerja
BPJAMSOSTEK pada tahun 2019 yang lalu, sebesar Rp73,3 triliun penambahan iuran
dibukukan meningkat sebesar 12,3 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk
pembayaran klaim jaminan sebesar Rp29 triliun atau meningkat sebesar 17,5
persen. Melalui strategi pengelolaan dana yang tepat, hasil investasi tahun 2019
telah mencapai Rp29,2 triliun atau tumbuh 6,9 persen dari tahun sebelumnya.
"Hasil positif ini diraih tentunya karena peran serta seluruh elemen ditambah
dengan dukungan dari pemangku kepentingan di tengah tantangan pasar saham
yang bergejolak. Semoga dengan hasil positif ini juga mampu meningkatkan
kepercayaan publik sekaligus memberikan kepastian keamanan dana peserta,"
pungkas Utoh.
Page 116 of 152.

